MEDAN | galasibot.co.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen memperkuat penyelenggaraan ibadah haji 2027. Sinergi lintas instansi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kenyamanan bagi jemaah asal Sumut.
Komitmen tersebut mengemuka usai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI. Pertemuan berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumut, Asrama Haji Medan, Jalan A.H. Nasution, Medan, pada Jumat (2/10/2026).
Evaluasi dan Peningkatan Layanan Jemaah
Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor menilai penyelenggaraan ibadah haji sebelumnya berjalan lancar dan mendapat respons positif dari jemaah. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen melakukan evaluasi agar pelayanan tahun depan semakin profesional.
“Penyelenggaraan tahun lalu sangat baik, jemaah kita merasa puas dan tahun ini kita berkomitmen akan semakin matang, semakin profesional dan semakin baik memberikan pelayanan kepada jemaah kita,” ujar Timur Tumanggor.
Ia berharap sinergi antara Pemprov Sumut dan seluruh pemangku kepentingan terus menguat. Berbagai tantangan baru yang berbeda setiap tahunnya menuntut kesiapan matang dari seluruh pihak terkait.
Sorotan Anggaran dan Persiapan Teknis
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam penyelenggaraan haji 2027 berkaitan dengan aspek anggaran. Pemerintah pusat telah melakukan penyesuaian terhadap pembiayaan penyelenggaraan haji untuk tahun depan.
“Kami percaya dengan sinergi yang kuat kita bisa efektif, lebih tepat sasaran dan efisien dalam penyelenggaraan haji, mudah-mudahan ibadah haji Sumut semakin baik,” kata Ansory yang memimpin rombongan kunjungan kerja tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumut, Zulkifli Sitorus, menyatakan pihaknya sudah memulai sejumlah tahapan persiapan. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kualitas pembimbing ibadah melalui sertifikasi resmi.
“Kita akan meningkatkan pelayanan, salah satunya dengan mempersiapkan pembimbing yang bersertifikat dan ilmunya yang up to date, kita tidak ingin orang yang ilmunya sudah tertinggal jauh menjadi pembimbing, bisa bahaya nanti,” tegas Zulkifli.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










