Medan | galasibot.co.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong komunitas kreatif berperan aktif menyebarkan informasi positif guna menangkal maraknya berita bohong (hoaks). Langkah ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat serta mencegah dampak negatif dari informasi menyesatkan.
Pesan tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Koalisi Ekonomi Kreatif (Koekraf) Kota Medan di Balai Kota Medan, Jumat (16/10/2026). Audiensi dihadiri perwakilan Koekraf, yakni Hendika Putra, Ershad Adnani, Iki Sembiring, Vinno Isvara, dan Rizky Fajar B.
Imbangi Derasnya Arus Informasi
Rico Waas menegaskan bahwa derasnya arus informasi saat ini menjadi tantangan bersama. Oleh karena itu, komunitas kreatif perlu menghadirkan kampanye edukatif yang menginspirasi publik.
Ia mengingatkan, informasi menyesatkan yang dibiarkan tanpa imbangan dapat memicu kebencian. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kondisi mental masyarakat.
“Informasi yang menyesatkan tidak boleh kita biarkan. Komunitas kreatif harus mengimbanginya melalui pesan-pesan yang benar dan membangun,” kata Rico Waas.
Sediakan Ruang Ekspresi dan Revitalisasi Taman Budaya
Guna mendukung ruang gerak para pelaku kreatif, Pemko Medan tengah menyiapkan sejumlah fasilitas umum. Salah satunya memanfaatkan area Mal Pelayanan Publik sebagai wadah berkarya.
Selain itu, Pemko Medan berencana merevitalisasi kawasan Taman Budaya Medan sebagai pusat ekspresi dan inkubasi ekonomi kreatif. Kawasan ini nantinya dilengkapi gedung pertunjukan yang representatif untuk berbagai kegiatan komunitas.
“Kami ingin fasilitas ini membuka kesempatan bagi pelaku kreatif untuk berkembang. Hal ini sekaligus memperkuat identitas Medan sebagai kota kreatif,” tambahnya.
Dorong Kemampuan Usaha Pelaku Kreatif
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memaparkan program pelatihan kapasitas bagi pelaku ekonomi kreatif. Hadir mendampingi Wali Kota, Kadis Koperindag Hendra Ridho Gunawan Siregar dan Sekretaris Dinas Pariwisata T. Roby Chairi.
Rico menekankan bahwa produk kreatif harus memiliki nilai tambah dan berdampak ekonomi. Menurutnya, pengembangan karya seni perlu beriringan dengan kemampuan tata kelola usaha.
“Pelaku kreatif tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga harus mampu membaca peluang pasar. Karya yang dihasilkan perlu berkembang menjadi produk atau layanan bernilai ekonomi,” tutup Rico.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










