Medan I galasibot.co.id
Perhelatan budaya Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke-8 yang berlangsung di Istana Maimun, Medan, tak hanya menyedot perhatian masyarakat lokal, tapi juga mengundang decak kagum dari sejumlah delegasi luar negeri. Para tamu mancanegara mengaku bangga bisa tampil dan memperkenalkan budaya masing-masing di acara yang sarat nuansa Melayu ini.
Salah satunya, Nur Iffah, delegasi dari Serawak, Malaysia, menyampaikan rasa bahagia dan bangganya bisa berpartisipasi dalam ajang budaya tersebut. Menurutnya, Gemes bukan hanya menjadi panggung pertunjukan, tapi juga ruang pertukaran ilmu dan budaya antarnegara.
“Bagi kami bisa tampil di Gemes ini adalah kebanggaan tersendiri. Ini juga kesempatan untuk memperkenalkan budaya Serawak dan belajar dari budaya negara lain,” ujar Nur Iffah.
Ia mengaku baru pertama kali mengikuti acara Gemes, namun langsung terkesan dengan semangat Kota Medan yang menjaga dan merayakan budaya Melayu.
“Acara ini sangat bagus. Kami menilai Medan adalah kota yang sangat menghargai adat dan budaya Melayu. Tak kan hilang Melayu di bumi,” tambahnya dengan semangat.
Selain tampil, para delegasi juga menikmati suasana Kota Medan. Nur Iffah bahkan menyempatkan diri mengunjungi pusat perbelanjaan dan mencicipi kuliner khas kota ini. “Makanan di sini sangat sedap,” tuturnya sambil tersenyum.
Delegasi Singapura, Azmi Juhari, turut memberikan apresiasi. Menurutnya, acara Gemes menjadi ajang penting untuk mempertemukan sanggar-sanggar Melayu dari berbagai negara. “Acara ini semarak dan penuh semangat, walaupun hujan, masyarakat tetap ramai hadir,” ungkap Azmi.
Sementara itu, delegasi dari India, Vinay Ghulab, menyebut Gemes ke-8 sebagai acara yang unik dan menyenangkan. “Beragam budaya tampil di sini. Kami sangat senang bisa ambil bagian,” katanya.
Gelar Melayu Serumpun ke-8 ini merupakan bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI. Dibuka langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, acara ini diikuti oleh 29 delegasi dari dalam dan luar negeri.(*)









