Medan I galasibot.co.id
Meski hujan mengguyur kawasan Istana Maimun, antusiasme warga Kota Medan untuk menyaksikan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke-8 tetap membara. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemko Medan ini sukses menarik ribuan pengunjung yang mulai memadati lokasi sejak pukul 18.00 WIB, dua jam sebelum acara dimulai pada pukul 20.00 WIB.
Berlangsung meriah di hari ketiga, Gemes ke-8 menghadirkan beragam pertunjukan kesenian dan tarian dari berbagai delegasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Penampilan delegasi dari Singapura membuka panggung dengan apik, disusul oleh perwakilan dari negara lain yang turut memamerkan budaya mereka.
Sorotan malam itu tertuju pada delegasi asal India. Dengan balutan kostum mencolok dan koreografi ala Bollywood, mereka berhasil memikat penonton. Banyak pengunjung bahkan berdiri dan merekam pertunjukan, tidak ingin melewatkan momen spektakuler tersebut.
Salah satu pengunjung, Lilis, menyebut acara ini bukan hanya menghibur tapi juga sarat edukasi. “Seru, meriah, dan mewah. Sangat bermanfaat untuk anak muda agar lebih mengenal budaya Melayu dan Sumatera Utara,” ungkapnya. Mahasiswi ini juga memuji kehadiran delegasi luar negeri yang menurutnya memperkaya pengalaman budaya masyarakat Medan.
Tak hanya menonton pertunjukan, pengunjung juga menikmati sajian kuliner lokal dari pelaku UMKM. “Makanannya enak dan murah. Saya coba minuman dan jajanan kue, rasanya mantap,” ujar Lilis.
Pengunjung lainnya, Mitha, yang datang bersama keluarga, menyebut Gemes sebagai acara yang kreatif dan edukatif. “Tarian India paling menarik, karena ada unsur tradisional dan modern. Dan makanan khas Melayu seperti rasidah—wah, sedap sekali!” ujarnya antusias.
Gelar Melayu Serumpun bukan hanya jadi wadah unjuk kebudayaan, tetapi juga ajang pemersatu antarbangsa dalam semangat melestarikan seni dan warisan leluhur.(*)









