JAKARTA I galasibot.co.id — Jaringan Caritas Indonesia menerjunkan tim tanggap darurat dan menyalurkan bantuan medis sebanyak 180 kilogram obat-obatan bagi korban gempa bumi 7,7 M di Flores, Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini disalurkan untuk melayani 82.691 jiwa pengungsi yang tersebar di empat keuskupan terdampak.
Penanganan terpadu ini mencakup wilayah Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng, dan Keuskupan Labuan Bajo. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.
“Bencana ini meruntuhkan bangunan fisik, namun tidak meruntuhkan semangat kebersamaan dan keteguhan iman kita,” ujar Mgr. Antonius.
Layanan Kesehatan dan Logistik
Caritas Indonesia mendirikan Posko Logistik Nasional di Surabaya untuk mempermudah pengiriman bantuan melalui jalur laut. Lembaga ini juga memfasilitasi pengadaan 100 unit tandon air bersih guna mengatasi krisis air di pengungsian.
Di bidang kesehatan, tim medis telah menjangkau 661 pasien di berbagai titik pengungsian. Keluhan utama penyintas didominasi penyakit ISPA, penyakit kronis pada lansia, serta beberapa kasus luka dan fraktur.
Pendampingan Psikososial Anak
Caritas menempatkan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) sebagai prioritas utama. Sebanyak 481 warga, termasuk 288 anak-anak dan remaja, telah menerima layanan pendampingan untuk memulihkan trauma akibat gempa susulan.
Relawan dan biarawati menggelar berbagai aktivitas hiburan seperti mendongeng, bernyanyi, dan menggambar. Pendampingan intensif ini bertujuan menghadirkan kembali rasa aman serta keceriaan bagi anak-anak di lokasi pengungsian.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










