Binjai I galasibot.co.id
Magang Lastmile Indonesia 2026 STMIK Kaputama resmi dimulai setelah Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Kaputama, Relita Buaton, membuka kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan peserta magang pada Jumat (6/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai IV kampus STMIK Kaputama di Binjai. Selain itu, acara juga dihadiri Ketua Yayasan PTIM Irwanto Tampubolon, para wakil ketua, ketua program studi, bagian kerja sama, serta puluhan mahasiswa peserta magang.
Sebanyak 60 mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti Magang Lastmile Indonesia 2026 STMIK Kaputama yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi global Smartbridge.
Program Magang Berbasis Proyek Teknologi
Ketua STMIK Kaputama menjelaskan bahwa program Magang Lastmile Indonesia 2026 STMIK Kaputama merupakan bagian dari implementasi kebijakan pendidikan tinggi.
Program tersebut mengacu pada kebijakan nasional tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi yang mendorong standar global serta pengakuan micro-credential dalam kurikulum.
Referensi mengenai kebijakan pendidikan tinggi dapat dilihat di:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_tinggi
Relita Buaton menegaskan bahwa kegiatan magang ini bertujuan membekali mahasiswa agar siap memasuki dunia kerja, khususnya pada bidang teknologi dan industri digital.
“Magang ini membekali mahasiswa dengan pengalaman berbasis proyek sehingga mereka lebih siap menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
60 Mahasiswa Ikuti Program Daring Selama Tiga Bulan
Program Magang Lastmile Indonesia 2026 STMIK Kaputama diikuti oleh 60 mahasiswa dari beberapa program studi, antara lain:
- Sistem Informasi: 47 mahasiswa
- Teknik Informatika: 3 mahasiswa
- Manajemen: 3 mahasiswa
- Bisnis Digital: 4 mahasiswa
- Komputerisasi Akuntansi: 3 mahasiswa
Menurut bagian kerja sama kampus, Endah Amedya Ginting, program ini berbasis pembelajaran proyek dengan berbagai pilihan bidang teknologi.
Salah satu bidang yang paling diminati adalah program Google AI yang diikuti oleh sekitar 20 mahasiswa.
Seluruh kegiatan magang akan berlangsung secara daring selama tiga bulan dengan bimbingan mentor dari industri teknologi.
Dukungan Yayasan dan Pembekalan Mahasiswa
Ketua Yayasan PTIM, Irwanto Tampubolon, menyatakan dukungan penuh terhadap Magang Lastmile Indonesia 2026 STMIK Kaputama.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya.
Selain itu, Wakil Ketua I STMIK Kaputama, Novriyenni, juga memberikan pembekalan mengenai tujuan, alur pelaksanaan, serta manfaat program magang bagi mahasiswa.
“Mahasiswa harus aktif dan tidak ragu bertanya kepada mentor. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
STMIK Kaputama Buka Penerimaan Mahasiswa Baru
Di akhir kegiatan, Relita Buaton secara resmi melepas 60 mahasiswa peserta Magang Lastmile Indonesia 2026 STMIK Kaputama.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa kampus saat ini membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 bagi lulusan SMA, SMK, dan MA.
Dengan berbagai program studi unggulan di bidang teknologi, STMIK Kaputama berharap dapat mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan industri digital di masa depan.(*)











