• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 6, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Ragam

Detik-detik Jelang Konferwil: Quo Vadis PWNU Sumut ?

admin
4 September 2022
/ Ragam
0 0
0
Detik-detik Jelang Konferwil: Quo Vadis PWNU Sumut ?
Share on FacebookShare on Twitter

Medan | galasibot.co.id

Konferensi Wilayah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (Konferwil PWNU Sumut) sudah semakin dekat penyelenggaraanya, yaitu 8 – 10 September 2022, bertempat di Asrama Haji Medan.

Baca Juga

HUT ke-436 Kota Medan: Rico Waas Serukan Sinergi Ciptakan Legasi Terbaik bagi Masyarakat

Kapolda Kepri Gelar Nonton Bareng demi Eratkan Sinergi Masyarakat

Panitia Siapkan Pelantikan dan Bakti Sosial IPJI Kepri

Beberapa topik terkait penyelenggaraan Konferwil PWNU Sumut sudah mulai ramai. Beberapa  pemerhati sudah mengutarakan pendapat, baik melalui media sosial (medsos), media elektronik maupun media cetak.

Salah satunya juga termasuk pengamatan dari seorang Kyai Akhmad Khambali SE MM, Pengasuh Majelis Sholawat Ahlul Kirom yang dikenal selama ini melanggengkan amalan kultural warga Nahdliyyin (warga NU)  seperti Sholawatan dan Pembacaan Maulid Diba’.

Terkait Konferwil PWNU Sumut ini, Kyai yang menjadi Pengasuh Pondok Pesantren An-Najah Sei Lepan Langkat ini dalam keterangan tertulisnya, di Medan, (3/09/2002), menuturkan, bahwa kepanitiaan  Konferwil PWNU Sumut juga sudah dibentuk, dimana Misran Sihaloho sebagai Ketua Panitia Pelaksananya (Organizing Commitee/OC)

Di samping itu, para jajaran pengurus NU, baik di tingkat wilayah dan  tingkat cabang, sudah berbicara terkait dengan hajatan Konferwil PWNU Sumut itu. Sosialisasi tentang pelaksanaan Konferwil dimaksud, sudah dilakukan di mana-mana.

Demikian pula tentang siapa yang akan ditampilkan menjadi pimpinan PWNU Sumut ke depan, baik pada jajaran Syuriah dan juga Tanfidziyah sudah terdengar. 

Sudah pasti, dalam organisasi yang memiliki anggota dan simpatisan hingga jutaan orang di Sumatera Utara, posisi pimpinan pengurus wilayah akan menjadi sesuatu yang dipandang penting untuk direkam secara seksama. 

Banyak Kyai NU yang memiliki keinginan terkait dengan siapa yang dianggap tepat memimpin organisasi yang diharapkan ke depan semakin maju ini.

Memang tampaknya tidak terlalu mudah untuk menentukan siapa sebenarnya yang dianggap cocok untuk memimpin organisasi yang memiliki banyak pesantren, madrasah, sekolah, rumah sakit, dan bahkan perguruan tinggi ini. 

Mungkin saja, orang mengira bahwa, organisasi yang di dalamnya terdapat banyak kyai, alim ulama, dan cendekiawan ini tidak terlalu sulit dalam menentukan pimpinannya.

Dalam dunia Kyai/Ustadz, seseorang tidak boleh mencalonkan diri sebagai pemimpin. Jika hal itu dilakukan, khawatir disebut sebagai kurang mampu menjaga tata krama kepemimpinan atau di kalangan pemimpin dan santri pondok pesantren NU biasa disebut su’ul adab.

Meskipun ada benarnya, tidak akan ada seorang Ulama dan apalagi yang telah menyandang identitas sebagai seorang Kyai berani mencalonkan diri menjadi pemimpin organisasi, umumnya dikarenakan kuatir su’ul adab tadi.

Dalam dunia Kyai, pemimpin itu diajukan dan bukan mengajukan diri. Oleh karena itu biasanya, jika terjadi ramai-ramai dalam pencalonan pemimpin NU, maka sebenarnya bukan calon pemimpinnya yang ramai, melainkan adalah orang-orang yang akan mencalonkan seseorang. 

Jika terjadi persaingan, maka bukan antar calon pemimpin yang akan menawarkan, melainkan antar pendukung atau antar pendukungnya.

Pembicaraan yang berkembang terkait dengan pemilihan pemimpin PWNU pada Konferwil mendatang adalah antara pemilihan langsung atau menunjuk formatur yang disebut dengan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
 
Dengan memperhatikan zaman ini selalu berubah, dan ternyata perubahan itu semakin cepat, maka organisasi ini ke depan pasti akan mendapatkan tantangan baru yang bisa jadi bentuknya berbeda dari sebelumnya. 

Semua akibat dan arah perubahan, baik terkait dengan politik, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, ilmu pengetahuan dan juga teknologi yang harus dibaca secara cermat.
 
Kemampuan membaca itu merupakan keharusan bagi para pemimpin apapun, tidak terlepas juga akan halnya pemimpin PWNU ke depan.

Dalam konteks perubahan yang ditengarai akan semakin cepat, maka pimpinan PWNU Sumut yang akan terpilih harus mampu merespon dan membawakan gerbong organisasi itu secara tepat. 

Tantangan itu juga menjadi semakin tidak sederhana oleh karena di dalam PWNU Sumut sendiri keadaannya semakin lama semakin kompleks dan variatif. Tidak mungkin PWNU Sumut hanya sebagai organisasi sebatas menjangkau kalangan para Kyai pondok pesantren, Ulama, dan para santrinya. 

Sebab di NU terdapat berbagai kelompok, mulai dari segmen politisi, cendekiawan, pengusaha, hingga para generasi muda yang telah memperoleh pendidikan yang sangat beragam latar belakang disiplin ilmu.

Di dalam organisasi NU tidak hanya terdiri atas para Kyai dan ulama serta anak muda lulusan pesantren, melainkan juga sudah mulai banyak putra putri Kyai, lulusan pendidikan Timur Tengah, dan bahkan dari barat. 

Namun begitu pula sebaliknya, bahwa ternyata di kalangan NU masih banyak para petani, nelayan, pedagang, pengrajin, buruh, dan pekerja serabutan apa saja yang halal, dan mereka ini berada di daerah pedesaan maupun perkotaan di wilayah Sumatera Utara.

Semua itu memerlukan perhatian dari Pengurus Wilayah NU Sumut yang akan terpilih pada masa perubahan sosial yang begitu cepat ini.

Memperhatikan kenyataan ini, PWNU Sumut tidak lagi terbatas hanya mengurusi para santri yang biasa, tapi sudah sangat variatif. Keanekaragaman sosial itu pasti memerlukan figur atau sosok kepemimpinan tersendiri. 

Tuntutan ideal itu tidak saja disebabkan oleh karena umatnya yang berada pada jangkauan rentangan yang semakin panjang, dan berada pada perubahan yang semakin cepat, tetapi juga oleh karena NU mengalami kesulitan untuk membawa umatnya menjadi semakin maju tanpa kehilangan jati dirinya.

Layaknya sebagai jam’iyyahnya (wadahnya) para Ulama’, di antara tuntutan ideal untuk seorang figur pengurus yang akan memimpin NU ke depan minimal setidaknya harus paham Qowaid Asasiyah atau Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

Dan lebih sedikinya lagi, paling tidak harus mampu mengucapkan salam ciri khas warga Nahdlatul Ulama yaitu “Wallaahul muwaffiq Ilaa aqwamith thariq” secara fasih, baik dan benar  sebagai kalimat penutup dalam sebuah kegiatan atau acara.

Lebih lanjut, Kyai yang merupakan putra asli Brebes, Jawa Tengah ini menyebutkan, tampak sekali bahwa sebenarnya NU telah menyadari atas terjadinya perubahan sosial yang tidak terjadi dari waktu ke waktu. 

Untuk mengantisipasi perubahan itu, NU telah memiliki konsep yang jelas, yang selalu dijadikan pegangan, yaitu: “al-muhafadzah alal-qodim al-shalih wal-akhdzu bil-jadid al-ashlah” (“melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan menerapkan nilai-nilai baru yang lebih baik”.) 

Konsep yang dimaksud, memang indah, tetapi seperti apa gambaran kenyataannya, maka masih perlu dirumuskan lagi secara tepat. 

Oleh karena itu, sebelum Konferwil PWNU Sumut pekan depan, hal yang perlu bersama dicermati terkait perubahan sosial yang semakin cepat seperti sekarang ini adalah, bukan hanya sebatas menjawab “PWNU Sumut akan diurus oleh siapa”, melainkan – sedikit mengutip judul novel legendaris karya penulis Polandia peraih Hadiah Nobel di bidang Sastra tahun 1905 Henryk Sienkiewicz – yang tidak kalah lebih pentingnya adalah: Quo vadis PWNU Sumut (PWNU Sumut kemana kamu pergi?”).(KH Akhmad Khambali SE MM (Pengasuh Majelis Sholawat Ahlul Kirom dan Pengasuh Pondok Pesantren An-Najah Sei Lepan Langkat)

Penulis: Indra Matondang / Editor: Pangihutan Sinaga

SendShareTweet
Kembali

PT.Sumber Karindo Sakti di Desa Penggalangan Dilalap Sijago Merah

Lanjut

Bupati Simalungun dan Keluarga Ibadah Minggu di GKPS Pematang Panei

Baca Juga

HUT ke-436 Kota Medan: Rico Waas Serukan Sinergi Ciptakan Legasi Terbaik bagi Masyarakat
Ragam

HUT ke-436 Kota Medan: Rico Waas Serukan Sinergi Ciptakan Legasi Terbaik bagi Masyarakat

1 Juli 2026
Kapolda Kepri Gelar Nonton Bareng demi Eratkan Sinergi Masyarakat
Ragam

Kapolda Kepri Gelar Nonton Bareng demi Eratkan Sinergi Masyarakat

29 Juni 2026
Panitia Siapkan Pelantikan dan Bakti Sosial IPJI Kepri
Ragam

Panitia Siapkan Pelantikan dan Bakti Sosial IPJI Kepri

29 Juni 2026
Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!
Ragam

Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!

26 Juni 2026
Membanggakan, Felicia Sihombing Siap Guncang Panggung Top 5 The Icon Indonesia SCTV
Ragam

Membanggakan, Felicia Sihombing Siap Guncang Panggung Top 5 The Icon Indonesia SCTV

25 Juni 2026
Kapolda Kepri Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga Sekupang, Bagikan 500 Paket Sembako di Hari Bhayangkara ke-80
Ragam

Kapolda Kepri Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga Sekupang, Bagikan 500 Paket Sembako di Hari Bhayangkara ke-80

24 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumut Terjunkan Petugas Serentak ke Pelosok Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen TNI Purn MJP Hutagaol Nilai Peninjauan Moratorium Provinsi Tapanuli Langkah Strategis dalam Prabowonomics Summit 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In