• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Ragam

LaNyalla Sebut Tiga Persoalan Mendasar Picu Islamophobia di Indonesia

admin
28 Agustus 2022
/ Ragam
0 0
0
LaNyalla Sebut Tiga Persoalan Mendasar Picu Islamophobia di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Medan l galasibot.co.id

Fenomena Islamophobia semakin menguat di tanah air belakangan ini. Menurut Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, ada tiga hal mendasar yang menyebabkan hal itu terjadi. 

Baca Juga

DPRD Kota Medan Gelar Rapat Paripurna Penjelasan Kepala Daerah Terkait Pencabutan Perda Nomor 2 Tahun 2013

Wali Kota Medan Minta Putra-Putri Kebudayaan Kuasai Sejarah hingga Kuliner Daerah

Di Balik Proyek U-Ditch Indra Kasih: Persoalan Tiang Listrik, Akses Warga, dan Pertanyaan Keselamatan

Ketiga hal tersebut dikupas LaNyalla saat memberikan Keynote Speech Kongres ke-2 Umat Islam Sumatera Utara, di Medan, Jumat (26/8/2022). Kegiatan ini mengangkat tema ‘Membangun Ukhuwah, Melawan Islamophobia, Menata Ulang Indonesia.

“Yang menjadi pertanyaan kita saat ini adalah, mengapa fenomena Islamophobia belakangan semakin menguat di Indonesia? Selain faktor Geopolitik Internasional, menurut saya ada tiga persoalan mendasar di dalam negeri kita yang memicu meningkatnya Islamophobia di Indonesia,” tuturnya.

Dijelaskan LaNyalla, pemicu pertama adalah polarisasi. Menurutnya, potensi konflik antar kelompok masyarakat sebenarnya terjadi sejak era kontestasi pemilihan Presiden dan Kepala Daerah secara langsung yang disertai dengan Ambang Batas pencalonan.

“Kita semua pasti mengenal istilah Presidential Threshold. Di sinilah akar masalahnya. Karena akibat aturan ambang batas inilah, pasangan calon yang dihasilkan terbukti sangat terbatas,” tuturnya. 

Celakanya, sambung LaNyalla, dari dua kali Pemilihan Presiden, negara ini hanya mampu menghasilkan dua pasang calon, yang head to head. Sehingga dampaknya terjadi polarisasi masyarakat yang cukup tajam.

“Hal itu diperparah dengan semangat antar kelompok untuk selalu melakukan Anti-Thesa. Apakah itu dalam bentuk kalimat verbal, maupun simbol dan aksi. Ditambah lagi dengan pola komunikasi elit politik yang juga mengedepankan kegaduhan. Sehingga semakin lengkap pembelahan yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Puncaknya, anak bangsa secara tidak sadar membenturkan Vis-à-vis Pancasila dengan Islam. Padahal tidak satupun tesis yang bisa menjelaskan pertentangan antara Pancasila dengan Islam. 

“Seolah tidak ada lagi ruang dialog dan tukar pikiran. Dan semakin parah, ketika ruang dialog dibatasi dan dipersekusi. Baik secara frontal oleh pressure group, maupun dibatasi secara resmi oleh institusi negara,” ujarnya.

Faktor kedua, sebut LaNyalla, adalah semangat membangun kebhinekaan dilakukan dengan kampanye Moderasi Agama yang tidak tepat sasaran. Seolah Agama harus secara massif dan dipaksa untuk dimoderatkan. 

“Tetapi yang menjadi sasaran pembahasan selalu Islam. Dan Islam seolah menjadi tertuduh sebagai penyebab kemunduran dalam hal kemampuan mengelola perbedaan dan keberagaman, karena dianggap memahami agama secara tekstual dan ekslusif,” katanya.

Senator asal Jawa TImur ini menjelaskan, narasi-narasi seperti ini secara tidak langsung justru memicu menguatnya Politik Identitas, sebagai reaksi alami dari bentuk ketidaksetujuan terhadap konsep Moderasi Agama yang menyudutkan Islam tersebut.

Sementara Faktor ketiga, adalah Perubahan atas Naskah Asli Undang-Undang Dasar 1945 pada tahun 1999 hingga 2002 silam, yang telah mengubah 95 persen isi Pasal-Pasal di dalamnya, sehingga tidak nyambung lagi dengan Pancasila. 

“Bahkan Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 naskah asli dihapus total. Sedangkan Pasal-Pasal dalam Konstitusi baru tersebut justru menjabarkan Ideologi lain, yaitu Ideologi Individualisme dan Liberalisme,” tuturnya. 

Menurut LaNyalla, tidak mengherankan jika belakangan ini Kapitalisme dan Sekulerisme semakin menguat di Indonesia. Inilah pangkal dari semua persoalan yang semakin membuat Indonesia karut marut. 

Oleh karena itu, saat pertemuan Ketua Lembaga Negara dengan Presiden Joko Widodo 12 Agustus lalu, LaNyalla minta Presiden meratifikasi keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menetapkan 15 Maret sebagai Hari Melawan Islamophobia.

“Saya minta Indonesia juga secara resmi menetapkan tanggal 15 Maret sebagai hari melawan Islamophobia. Karena jelas, Negara ini berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Seperti tertulis di Pasal 29 Ayat 1 Konstitusi kita. Bahkan di Ayat 2 tertulis dengan sangat jelas ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu,” kata Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Dalam acara tersebut, LaNyalla didampingi oleh Senator asal Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara, M. Nuh, Faisal Amri dan Senator asal Aceh Fachrul Razi. Selain itu hadir juga Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin dan Kabiro Setpim DPD RI, Sanherif Hutagaol.

Dari tuan rumah di acara tersebut, hadir Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Ketua Umum MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, dan Ketua panitia kongres Umat Islam Masri Sitanggang.

Selain itu, beberapa nama tokoh-tokoh  nasional juga tampak hadir seperti Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Dien Samsudin, Amien Rais, Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy, Advokat Egy Sudjana, Rektor Universitas Darussalam Gontor Fahmy Hamid Zakarsyi, Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara Hasyimsyah, DPP Persis Tiar Anwar, Cucu Pendiri NU Gus Aam Wahab Hasbullah, Peneliti Dr Marwan Batubara, Hatta Taliwang dan Aktivis Syahganda Nainggolan.(*)
BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI LANYALLA
www.lanyallacenter.id

Penulis: Isron Sinaga / Editor: Pangihutan Sinaga

SendShareTweet
Kembali

Warga Medan Tuntungan Keluhkan Drainase dan Jalan Rusak, Daniel Pinem Desak Stakholder Pemko Medan Segera Lakukan Pembenahan

Lanjut

LaNyalla Soal Islamophobia: “Muslim Ikuti Sunnah Nabi Kok Disebut Kadrun”

Baca Juga

DPRD Kota Medan Gelar Rapat Paripurna Penjelasan Kepala Daerah Terkait Pencabutan Perda Nomor 2 Tahun 2013
Ragam

DPRD Kota Medan Gelar Rapat Paripurna Penjelasan Kepala Daerah Terkait Pencabutan Perda Nomor 2 Tahun 2013

3 Oktober 2026
Wali Kota Medan Minta Putra-Putri Kebudayaan Kuasai Sejarah hingga Kuliner Daerah
Budaya

Wali Kota Medan Minta Putra-Putri Kebudayaan Kuasai Sejarah hingga Kuliner Daerah

2 Oktober 2026
Ragam

Di Balik Proyek U-Ditch Indra Kasih: Persoalan Tiang Listrik, Akses Warga, dan Pertanyaan Keselamatan

1 Oktober 2026
Hadiri Nikah Massal, Wakil Wali Kota Medan Serahkan Buku Nikah dan Uang Saku
Medan

Hadiri Nikah Massal, Wakil Wali Kota Medan Serahkan Buku Nikah dan Uang Saku

1 Oktober 2026
Gubernur Sumut Bobby Nasution Dukung Keysa Dwi Tantri di Ajang Miss Youth Indonesia 2026
Ragam

Gubernur Sumut Bobby Nasution Dukung Keysa Dwi Tantri di Ajang Miss Youth Indonesia 2026

30 September 2026
Dugaan Korupsi Aset DPRD Pematang Siantar: SMI Resmi Laporkan Raibnya Perlengkapan Rumah Dinas ke Kejatisu
Ragam

Dugaan Korupsi Aset DPRD Pematang Siantar: SMI Resmi Laporkan Raibnya Perlengkapan Rumah Dinas ke Kejatisu

28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Copot Menkeu Purbaya, Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Diminta Jaga Kredibilitas APBN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In