Medan | galasibot co id
Suasana penuh sukacita menyelimuti Perayaan Hari Raya Paskah di Gereja Katolik St Maria Ratu Rosari Medan, Minggu (20/4/2025) yang dipimpin oleh RD Asrod Purba, . Dalam homilinya yang menggugah, beliau mengajak umat untuk tidak hanya merayakan kebangkitan Kristus sebagai peristiwa iman, tetapi juga sebagai panggilan untuk bangkit dalam hidup sehari-hari.
“Kristus Telah Bangkit—Maka Bangkitlah Juga Kita. Dengan Hati yang Baru, Roh yang Baru, dan Hidup yang Baru. Aleluya!” seru RD Asrod membuka renungannya.
Mengangkat tema “Kebangkitan Kristus, Pusat Iman Kita”, RD Asrod menekankan bahwa kebangkitan Yesus adalah fondasi dari seluruh kekristenan. Mengutip 1 Korintus 15:14, ia berkata, “Kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga iman kamu.”
Paskah Bukan Sekadar Masa Lalu
“Paskah bukan sekadar mengenang peristiwa masa lampau,” ujar RD Asrod. “Kebangkitan Kristus adalah bukti bahwa maut telah dikalahkan dan kita semua diberi hidup yang baru. Maka, Paskah adalah panggilan untuk bangkit dan hidup dalam terang.”
Beliau menggambarkan pengalaman para murid yang mengalami langsung perubahan iman melalui peristiwa kebangkitan: Maria Magdalena yang datang mencari mayat Yesus, Simon Petrus dan Yohanes yang melihat kubur kosong, hingga Paulus yang diubah dari penganiaya menjadi pewarta Injil yang tangguh.
“Iman bukan hanya soal melihat, tetapi mencari,” tegas RD Asrod. “Percaya lebih dahulu, lalu memahami. Seperti Yohanes yang melihat dan percaya, atau Petrus yang dari penyangkal menjadi pilar Gereja.”
Gulingkan Batu dalam Hidup
Lebih lanjut, RD Asrod mengajak umat untuk mengenali batu-batu besar yang menghalangi kebangkitan hidup mereka. “Batu dosa, luka batin, keegoisan, masalah keluarga, ekonomi—bahkan batu baru zaman ini: gadget, game, dan judi online.”
“Judi online bisa jadi batu yang berat,” ucapnya tegas. “Kita harus berani menggulingkan batu itu, berani keluar dari kubur kegelapan menuju cahaya kebangkitan.”
Hidup Baru Sebagai Umat Paskah
Menutup renungan, RD Asrod mengajak umat meneladani semangat para rasul: Petrus yang bangkit dari kegagalan, Yohanes yang setia dalam kasih, dan Paulus yang tidak lelah membawa terang Injil ke seluruh penjuru dunia.
“Paskah adalah ajakan untuk hidup lebih jujur, lebih setia, lebih mengampuni, dan lebih mengasihi. Mari kita hidup sebagai umat Paskah—umat yang percaya, meski tidak melihat. Umat yang hidup oleh iman, bukan penglihatan.”
“Kristus telah bangkit. Benar, Ia telah bangkit! Alleluia!” tutupnya penuh semangat, disambut tepuk tangan dan sorak sukacita umat.(*)










