Binjai I galasibot.co.id
Puluhan warga Beguldah ,Tanjung Magusta dan Namotembis Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Binjai Selatan mengadakan aksi didepan kantor Walikota Binjai ,Jalan Sudirman, Rabu (11/1/23).
Warga berorasi menggunakan pengeras suara speaker dan membentang spanduk sambil membawa dan mengibarkan bendera merah putih, warga berteriak meminta walikota Binjai untuk keluar menemui para pendemo.
Salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya berorasi mengutarakan, sudah selama 20 tahun kami bertani dan berladang di wilayah kami sekarang tidak bisa menanam padi dan berladang lagi ,ucap warga .
Masih kata warga, ” Kami memohon untuk meminta bapak Walikota ke luar menemui rakyatnya, karena beberapa waktu yang lalu sudah pernah datang ke ladang kami. ”
Setelah beberapa lama Sekretaris Daerah kota Binjai Irwasyah Sos , keluar menemui pendemo dan mencoba menampung aspirasi warga namun warga awalnya enggan untuk berkomunikasi.
Sekda Kota Binjai Irwansyah Sos menyampaikan ” Apa yang menjadi aspirasi nanti akan di sampaikan tentu dalam mengambil keputusan tidak bisa sendiri dalam mengambil keputusan dan terlebih dahulu berkoordinasi dengan forkopimda,kata Sekda.
“Kami tidak bisa berbuat apa- apa tanpa dukungan dari bapak- bapak kami perlu dukungan masyarakat untuk menyelesaikan suatu masalah,” ujarnya .
Ketua koordinasi Demonstran Usrat Aminulah “Rakyat Beguldah meminta normalisasi kembali sawah dan sungai yang sekarang sudah dibuat menjadi galian C.”
“Dampak dari galian C masyarakat Beguldah tidak dapat bertani seperti semula dan menikmati persawahan walaupun ada sungai,”ucap Usrat.
Usrat menambahkan, air sungai yang dulunya bisa mengairi areal persawahan, namun akibat galian C tidak dapat teraliri kembali dan meminta kepada bapak Walikota Binjai menertibkan galian C, tandasnya.
Sebelum warga membubarkan diri warga meminta Sekda Binjai Irwansyah Sos untuk menandatangani perjanjian yang memuat dua poin yakni ; reklamasi sungai yang ada di Beguldah, dan Normalisasi Sungai Namu Sira-Sira.(*)
Penulis berita : Andi S. Nainggolan/editor:Pangihutan Sinaga










