Samosir I galasibot.co.id
Kontraktor proyek dengan nomor kontrak 620/01/KTR/PPK/DISPUTR/DAK/IV/2022, dimulai sesuai dengan kontrak tanggal 11 April 2022. Dan masa pelaksanaan 180 hari. Tampaknya tidak serius mengerjakan.
Hal tersebut diketahui dari penjelasan konsultan supervisi CV.Wahyu Kreasi Utama,Beatus Situmorang saat dihubungi wartawan melalui whattshapp,Jumat (26/8/2022).
Dijelaskannya, pelaksa pelaksananya di lapangan tidak paham dan tidak cakap, makanya progresnya sampai minggu lalu (19/8/2022) hanya 11 % lebih saja, ujarnya.
Diungkapkan Beatus, kemungkinannya kontraktornya tidak ada modal, atau tidak serius atau tidak mengerti. Karena kita lihat pelaksana lapangannya tidak cakap, tambahnya.
Sebagaimana berita sebelumnya menyebutkan bahwa item pekerjaan Simpang Huta Ginjang -Huta Ginjang adalah: Pasangan daranise sebanyak 663,50 meter kubik, tembok penahan tanah sebanyak 772,80 meter meter kubik, base course kelas B untuk pelebaran pondasi jalan 1680,75 meter kubik, base course kelas A 1680 kubik, galian pelebaran sebanyak 1643,75 meter kubik, dan hotmik 1339,30 ton, itu sesuai dengan kontrak.
Mengenai progres pekerjaan sejak dimulai sudah lelet dengan fakta pada tanggal 13/6/2022 masih +1 %, diketahui saat dinas PUTR Pemkab Samosir melakukan SCM dengan mengundang penyedia.
Adapun saran masukan yang disampaikan unsur kegiatan secara tertulis berupa; supaya penyedia mendatangkan peralatan, menambah tenaga kerja atau tukang dan membuat reschedule.
Kemudian pada tanggal 19/7/2022 SCM kedua dilakukan karena progres + 4,28 persen. Pada saat SCM kedua, kami langsung buat tescase, yaitu tiga minggu setelah SCM kedua progres harus 34,89 persen.
Jika dirunut dari jadwal pelaksaan, dimulai tanggal 11 April 2022 dengan masa pelaksanaan 180 hari maka waktu pelaksanaan sudah berjalan 130 hari
(sampai tanggal 19 Agustus 2022) maka masa pelaksanaan tinggal 50 hari lagi.
Padahal kontraktor diawal sudah mengambil DP (panjar-red) sebesar 25 % dari nilai kontrak. Atau 25 % dari Rp. 8.774.456.000,- (delapan miliar tujuh ratus tujuh puluh empat juta empat ratus lima puluh enam ribu rupiah). Atau Rp. 2.193.614.000,- (dua miliar seratus sembilan puluh tiga juta enam ratus empat belas ribu rupiah).
Sekadar diketahui, jika dihitung progres berbanding DP yang sudah dicairkan sebesar 25 %, maka berpotensi kuat pihak terkait telah menyalahgunakan keuangan negara sebesar selisih nilai DP dikurang persentase progres saat ini. Dan modus seperti ini sulit untuk dideteksi APH,masyarakat pegiat anti korupsi juga sulit memahaminya. Apalagi ada oknum dekat pemangku kepentingan kerap menukkilkan di berbagai WAG terkait pengadaan barang jasa, katanya ke APIP.
Informasi lain mengenai Rekonstruksi Jalan Simpang Huta Ginjang-Huta Ginjang Kabupaten Samosir Senilai 9,7 Miliar Lebih itu dikerjakan oleh rekanan yang beralamat di Jl.Rose Garden 3 No.99, RT.002/RW.017,Jaka Setia Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Jawa Barat. Dan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut disebut-sebut orang dekat salah seorang pemangku kepentingan di Kabupaten Samosir.
Juga adanya informasi yang didapat wartawan, sewaktu masa pelelangan proyek tersebut, syarat yang lazim dibuat yaitu bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan Dokumen Pemilihan (Dokpil) No. 027/PK.02.04/UKPBJ/II/2022 tanggal 24 Februari 2022 pada Bab IV Lembar Data Pemilihan (LDP) huruf (F) Persyaratan Teknis point (2) Memiliki kemampuan menyediakan peralatan utama untuk pelaksanaan pekerjaan yaitu : 1. Asphalt Mixing Plan (AMP) kapasitas 60Ton/Jam dan 6. Stone Crusher 60Ton/Jam.
Sehingga rekanan yang mengikuti tender sempat melayangkan surat keberatan atas syarat yang tak lazim dimaksud.
Logikanya, hotmik dan base course dibeli bukan diproduksi oleh rekanan, seharusnya cukup dukungan ketersediaan material, ungkap salah seorang rekanan yang mengaku mengikuti tender proyek
Juga diketahui bahwa di lapangan saat ini tidak ada peralatan AMP dan Stone Crusher yang dipersyaratkan, atau belum diinstalasi di lapangan atau tidak ada di lapangan sama sekali, walau dalam LDP waktu lelang dipersyaratkan
Persyaratan Teknis point (2) Memiliki kemampuan menyediakan peralatan utama untuk pelaksanaan pekerjaan yaitu : 1. Asphalt Mixing Plan (AMP) kapasitas 60Ton/Jam dan 6. Stone Crusher 60Ton/Jam.(*)
Penulis: Pangihutan Sinaga / Editor: Red










