Jakarta I galaibot.co.id
Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara (Dishub Sumut) bersama UK PACT aktif mendorong pengembangan sistem transportasi rendah karbon yang ramah lingkungan dan inklusif bagi penyandang disabilitas di kawasan aglomerasi Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang). Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Dr. Agustinus Panjaitan, dalam acara **Achieving Inclusive Low-Emission Mobility in Indonesia**, yang digelar oleh UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions), bekerjasama dengan Clean Air Asia dan York University di Jakarta pada Kamis (27/2/2025).
Acara ini membahas langkah-langkah strategis untuk mengurangi pencemaran udara dari sektor transportasi, serta memastikan infrastruktur transportasi yang ramah disabilitas. Kegiatan tersebut selaras dengan target pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 29% pada 2030, bahkan bisa mencapai 41% dengan bantuan internasional. Pemerintah Indonesia juga menargetkan 23% energi yang digunakan pada 2025 berasal dari energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin.
Dalam rangka mencapai target tersebut, Dr. Agustinus Panjaitan menjelaskan beberapa langkah yang sudah dilakukan oleh Pemprov Sumut untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih baik di wilayah Mebidang:
- Penyediaan Layanan Bus Rapid Transit (BRT) – Pemprov Sumut telah menyiapkan sistem BRT Mebidang agar masyarakat bisa menikmati transportasi umum yang lebih nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.
2. Pembentukan Lembaga Khusus*– Pemerintah Sumut mendorong pembentukan lembaga yang mengatur dan mengelola sistem transportasi di wilayah aglomerasi Mebidang, agar transportasi lebih tertata dan terintegrasi.
- Inklusi Kaum Disabilitas – Pemprov Sumut juga melibatkan masyarakat dan komunitas disabilitas dalam perencanaan kebijakan transportasi, agar sistem yang dibangun sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas.
- Sumber Pendanaan Inovatif – Dalam rangka pengembangan transportasi ramah lingkungan, Pemprov Sumut mencari inovasi pendanaan, salah satunya dengan mendapatkan pembiayaan hibah luar negeri dari Pemerintah Prancis, Korea Selatan, Inggris, serta lembaga seperti AFD dan World Bank.
Dr. Agustinus berharap bahwa acara ini dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membangun sistem transportasi yang bersih, nyaman, dan inklusif. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan target pengurangan polusi dapat tercapai dan masyarakat dapat menikmati transportasi yang lebih baik di masa depan.(*)











