Jakarta I galasibot.co.id
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) sudah menyiapkan 50 Sekolah Rakyat yang akan dimulai pada tahun ini. Sekolah Rakyat ini akan diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dan akan diselenggarakan secara gratis.
Gus Ipul menjelaskan bahwa bangunan untuk Sekolah Rakyat ini akan memanfaatkan sentra-sentra milik Kemensos, dengan setidaknya ada 40 balai yang tersedia di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur, terdapat 9 balai yang siap digunakan. Selain itu, dua universitas besar di Indonesia, Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Surabaya, juga akan ikut terlibat dalam penyelenggaraan sekolah ini.
“Sentra yang dimiliki Kemensos akan digunakan, dan ada juga dua universitas yang siap dengan fasilitas mereka, yaitu Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Surabaya,” kata Gus Ipul saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (10/3/2025).
Sekolah Rakyat ini akan menyediakan jenjang pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA dengan perbedaan signifikan dibandingkan dengan sekolah unggulan yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah ini akan memiliki fasilitas asrama untuk para siswa.
“Kurang dari 3 bulan lagi, tepatnya pada bulan Juli, sekolah rakyat ini siap dimulai untuk penyelenggaraan tahun ajaran 2025-2026,” ujar Gus Ipul. Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa Kemensos masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) untuk memulai operasional sekolah rakyat ini.
Gus Ipul juga menjelaskan bahwa siswa yang dapat mengakses Sekolah Rakyat adalah mereka yang berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem. Sekolah ini diharapkan bisa memberi peluang lebih bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan yang layak.
Sebelumnya, Ketua Tim Formatur Pembangunan Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, menyatakan bahwa sekolah ini akan menerapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, namun tetap mengacu pada kurikulum nasional dengan tambahan materi tertentu. “Kurikulum nasional ‘plus plus’ akan diterapkan di sekolah rakyat ini,” ujar Nuh dalam konferensi pers pada 5 Maret 2025.(*)
,











