• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

FILOSOFI GERAKAN TANGAN DALAM TARI TORTOR KEBUDAYAAN BATAK TOBA

admin
13 Desember 2022
/ Opini, Ragam
0 0
0
FILOSOFI GERAKAN TANGAN DALAM TARI TORTOR KEBUDAYAAN BATAK TOBA

Alfredo Siboro OFMCap. (Mahasiswa Universitas Katolik St. Thomas Fakultas Filsafat)

Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat pluralitas yang memiliki aneka ragam kebudayaan, salah satunya adalah kesenian. Kesenian merupakan salah satu unsur dari kebudayaan universal. Salah satu bentuk seni yang paling menonjol adalah seni pertunjukan yang terdiri dari percabangan seni musik, tari, dan teater. Tari Tor-tor dalam budaya Batak Toba merupakan salah satu wujud kesenian nusantara yang menyimbolkan sesuatu yang mendalam dari masyarakat Batak Toba.

 

Baca Juga

Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka

Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan

Perkuat Data Ekonomi Nasional, BPS Humbahas Bekali 230 Petugas Sensus Ekonomi 2026

Kebudayaan dan Simbol

(Foto tangkapan layar google)

 

Kebudayaan adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia (conditio sine qua non). Mengapa? Sebab, kebudayaan adalah segala sesuatu yang dihasilkan atau dibentuk oleh akal budi manusia, sebagai obyek material, yang bertujuan untuk memanusiakan manusia (humanisasi) yang berkehendak bebas, sebagai obyek formal. Hakikat dari kebudayaan adalah menertibkan atau mengatur alam agar dapat sesuai dengan kebutuhan manusia.

 

Simbol adalah kata sangat familiar dalam kalangan masyarakat. Dalam Ilmu Filsafat Kebudayaan, simbol adalah salah satu topik penting yang harus pahami dan didalami. Simbol adalah tanda yang menghadirkan atau merepresentasikan sesuatu yang disimbolkan, dimana di dalamnya saling terhubung dan sesuai. Simbol tidak hanya menyentuh pada ranah kognitif rasio, melainkan sampai pada ranah afeksi terdalam dari manusia, sehingga simbol bersifat dinamis, dan infinitf (terbuka). Maka, simbol berbeda dengan tanda.
Secara antropologis kebudayaan dan simbol memiliki hubungan yang sangat dekat. Sebagai contoh konkret adalah manusia. Manusia terdiri atas tubuh dan jiwa. Maka, hal tersebut dapat dirumuskan demikian: “Aku yang adalah aku yang paling dalam (jiwa) tampak dalam perwujudanku dalam tubuh. Tubuh yang terbatas membantu aku yang paling dalam (jiwa) untuk dapat melakukan banyak hal.” Manusia adalah makhluk kompleks yang unik dan berbeda dengan makhluk infrahuman (hewan, tumbuhan, dll).

 

Tari Tor-Tor

 

Tari adalah gerakan tubuh secara berirama, biasanya mengikuti musik dan dalam ruang tertentu, dengan tujuan untuk mengekspresikan ide atau emosi, melepaskan energi, atau sekadar menikmati gerakan itu sendiri. Di Indonesia, seni tari tampak beraneka ragam karena dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor sejarah dan asimilasi kebudayaan. Faktor sejarah berkaitan dengan keterpisahan suku-suku bangsa dengan menempati wilayah dengan lingkungan alamnya yang khas di mana mereka mengembangkan adat istiadat dan kepercayaan yang unik. Sedangkan faktor asimilasi kebudayaan mengakibatkan kesenian dalam proses perkembangannya dipengaruhi oleh hasil pergaulannya dengan dunia luar serta penerimaannya diantara lapisan-lapisan kebudayaan yang berbeda.

 

Dalam budaya Batak Toba, kita juga mengenal salah satu gerakan tari yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Batak Toba sendiri yaitu tari Tor-tor. Lahirnya tari Tor-tor dipengaruhi oleh faktor sejarah masyarakat Batak Toba itu sendiri, karena lahir di wilayah Samosir, Toba, dan Humbang yang memiliki kepercayaan kepada roh leluhur mereka.

 

Tari Tor-tor adalah tari Batak tradisional yang terdiri dari gerakan tangan dan kaki yang berirama, sedang penari tetap di tempatnya sendiri. Tari Tor-tor (manortor) selalu diiringi dengan musik tradisional Batak itu sendiri yaitu gondang. Tor-tor dan gondang diadakan apabila ada upacara penting dalam kehidupan orang batak, misalnya horja (upacara adat), seperti: perkawinan, mangongkal holi (upacara menggali kerangka jenazah), mangalahat horbo (upacara menyembelih kerbau), dan upacara kematian seperti Saur Matua.

 

Ulasan Filosofis Simbol Gerak dalam Tari Tor-Tor

 

Tari Tor-Tor dalam budaya Batak Toba bukan sebuah gerak tarian yang diciptakan dari intuisi imajinatif masyarakat Batak Toba. Setiap gerakan dalam Tari Tor-Tor memiliki makna tersirat dimana menjelaskan bagaimana proses menghargai dan memberi penghormatan antarmarga yang melangsungkan pesta berdasarkan sistim kekerabatan Dalihan Na Tolu. Maka, Tari Tor-Tor adalah sebuah ungkapan individual, kultur, dan juga keagamaan, yakni tampak dalam empat bentuk gerakan, yakni meminta berkat (maneanea), memberi berkat (mamasu-masu), meminta dan menerima berkat (mangido tua), dan menyembah dan meminta berkat (manomba).

 

Setiap gerakan tangan yang dilakukan dalam Tari Tor-Tor menunjukkan ciri-ciri kehidupan masyarakat Batak Toba, terutama dalam adat Dalihan Na Tolu. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Batak Toba adalah masyarakat yang saling menghargai dan menghormati, terutama dalam adat Dalihan Na Tolu dan warisan budaya leluhur mereka. Gerak Tari Tor-Tor yang dilakukan juga mengindikasikan bagaiamana masyarakat Batak Toba yang merendahkan hati untuk meminta dan menerima berkat, yang kemudian menjadi suatu budaya dalam diri masyarakat Batak Toba dalam meminta dan menerima banyak hal.

 

Tari Tor-Tor juga berpengaruh dalam kehidupan memasyarakat Batak Toba dimana mereka sangat menghargai dan menghormati masyarakat etnis lainnya, terutama yang mereka yang berusia lebih tua. Hal ini mengindikasikan suatu proses humanisasi masyarakat Batak Toba. Walaupun memiliki nada suara berbicara yang kuat, masyarakat Batak Toba menunjukkan bagaimana kelembutan diri mereka yang terdalam (jiwa). Oleh karena itu, Tari Tor-Tor menjadi suatu budaya yang khas dan unik milik masyarakat Batak Toba yang menyimbolkan kelembutan diri mereka yang terdalam (jiwa).

 

Catatan Kritis 

 

Kesenian Nusantara dimulai dan diutamakan untuk menunjukan kepercayaan, agama serta ritus-ritus dan religius. Begitu juga dengan seni tari, setiap tari yang ada di Nusantara memiliki maksud dan tujuan untuk menghormati roh leluhur dan menunjukkan eksistensi kebudayaan yang beraneka ragam yang ada di Nusantara.
Begitu pula dengan seni tari Tor-tor dalam budaya masyarakat Batak Toba. Setiap tarian yang dilaksanakan dalam setiap upacara selalu diarahkan kepada hal-hal yang metafisis, yakni roh leluhur yang dipercayai oleh mereka. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Nusantara khususnya dalam budaya Batak Toba, sangat menghormati roh leluhur dan kebudayaan mereka sebagai bagian dari masyarakat Nusantara orisinal. Namun, perlu diingat juga bahwa Tari Tor-Tor dalam masyarakat Batak Toba juga merupakan sebuah seni untuk memanusiakan tidak masyarakat Batak Toba, tetapi juga siapa saja yang mencoba mempraktikkannya. (Penulis adalah Alfredo Siboro OFMCap. (Mahasiswa Universitas Katolik St. Thomas Fakultas Filsafat)

Source: Penulis: Alfredo Siboro OFMCap.
Via: Editor : Wilfrid
Tags: Tari Tor-Tor
SendShareTweet
Kembali

Kapolda Sumut Ingatkan Personel Polres Labusel Siap Hadapi Pengamanan Nataru

Lanjut

Bawaslu Toba Sosialisasi Pengawasan Pemilu

Baca Juga

Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka
Budaya

Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka

16 Juni 2026
Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan
Opini

Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan

13 Juni 2026
Perkuat Data Ekonomi Nasional, BPS Humbahas Bekali 230 Petugas Sensus Ekonomi 2026
Ragam

Perkuat Data Ekonomi Nasional, BPS Humbahas Bekali 230 Petugas Sensus Ekonomi 2026

13 Juni 2026
Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga
Budaya

Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

11 Juni 2026
Hadiri Pesta Pembangunan HKBP Ruth Simalingkar, Maruli Siahaan Gelorakan Semangat Gotong Royong
Ragam

Hadiri Pesta Pembangunan HKBP Ruth Simalingkar, Maruli Siahaan Gelorakan Semangat Gotong Royong

10 Juni 2026
“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak
Opini

“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak

4 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiger Sumatera Binjai Kecewa: Tuntut Kompensasi Total Atas Pembatalan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumut Terjunkan Petugas Serentak ke Pelosok Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Informasi Yang Membawa Kontraktor Proyek Sihapilis dan Huta Ginjang Samosir Adalah “OB”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjaga Nyala Api Organisasi dari Tepian Danau Toba: Strategi PMKRI Pematangsiantar Mencetak Kader Berintegritas Lewat MPAB 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In