• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

FILOSOFI GERAKAN TANGAN DALAM TARI TORTOR KEBUDAYAAN BATAK TOBA

admin
13 Desember 2022
/ Opini, Ragam
0 0
0
FILOSOFI GERAKAN TANGAN DALAM TARI TORTOR KEBUDAYAAN BATAK TOBA

Alfredo Siboro OFMCap. (Mahasiswa Universitas Katolik St. Thomas Fakultas Filsafat)

Share on FacebookShare on Twitter

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat pluralitas yang memiliki aneka ragam kebudayaan, salah satunya adalah kesenian. Kesenian merupakan salah satu unsur dari kebudayaan universal. Salah satu bentuk seni yang paling menonjol adalah seni pertunjukan yang terdiri dari percabangan seni musik, tari, dan teater. Tari Tor-tor dalam budaya Batak Toba merupakan salah satu wujud kesenian nusantara yang menyimbolkan sesuatu yang mendalam dari masyarakat Batak Toba.

 

Baca Juga

Lemhannas dan Masa Depan Kepemimpinan NKRI: Membangun Pemimpin Berwawasan Kebangsaan

Ratusan Umat Kristiani Medan Ikuti Momentum Kesatuan Doa Nasional HUT ke-81 RI

Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital

Kebudayaan dan Simbol

(Foto tangkapan layar google)

 

Kebudayaan adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia (conditio sine qua non). Mengapa? Sebab, kebudayaan adalah segala sesuatu yang dihasilkan atau dibentuk oleh akal budi manusia, sebagai obyek material, yang bertujuan untuk memanusiakan manusia (humanisasi) yang berkehendak bebas, sebagai obyek formal. Hakikat dari kebudayaan adalah menertibkan atau mengatur alam agar dapat sesuai dengan kebutuhan manusia.

 

Simbol adalah kata sangat familiar dalam kalangan masyarakat. Dalam Ilmu Filsafat Kebudayaan, simbol adalah salah satu topik penting yang harus pahami dan didalami. Simbol adalah tanda yang menghadirkan atau merepresentasikan sesuatu yang disimbolkan, dimana di dalamnya saling terhubung dan sesuai. Simbol tidak hanya menyentuh pada ranah kognitif rasio, melainkan sampai pada ranah afeksi terdalam dari manusia, sehingga simbol bersifat dinamis, dan infinitf (terbuka). Maka, simbol berbeda dengan tanda.
Secara antropologis kebudayaan dan simbol memiliki hubungan yang sangat dekat. Sebagai contoh konkret adalah manusia. Manusia terdiri atas tubuh dan jiwa. Maka, hal tersebut dapat dirumuskan demikian: “Aku yang adalah aku yang paling dalam (jiwa) tampak dalam perwujudanku dalam tubuh. Tubuh yang terbatas membantu aku yang paling dalam (jiwa) untuk dapat melakukan banyak hal.” Manusia adalah makhluk kompleks yang unik dan berbeda dengan makhluk infrahuman (hewan, tumbuhan, dll).

 

Tari Tor-Tor

 

Tari adalah gerakan tubuh secara berirama, biasanya mengikuti musik dan dalam ruang tertentu, dengan tujuan untuk mengekspresikan ide atau emosi, melepaskan energi, atau sekadar menikmati gerakan itu sendiri. Di Indonesia, seni tari tampak beraneka ragam karena dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor sejarah dan asimilasi kebudayaan. Faktor sejarah berkaitan dengan keterpisahan suku-suku bangsa dengan menempati wilayah dengan lingkungan alamnya yang khas di mana mereka mengembangkan adat istiadat dan kepercayaan yang unik. Sedangkan faktor asimilasi kebudayaan mengakibatkan kesenian dalam proses perkembangannya dipengaruhi oleh hasil pergaulannya dengan dunia luar serta penerimaannya diantara lapisan-lapisan kebudayaan yang berbeda.

 

Dalam budaya Batak Toba, kita juga mengenal salah satu gerakan tari yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Batak Toba sendiri yaitu tari Tor-tor. Lahirnya tari Tor-tor dipengaruhi oleh faktor sejarah masyarakat Batak Toba itu sendiri, karena lahir di wilayah Samosir, Toba, dan Humbang yang memiliki kepercayaan kepada roh leluhur mereka.

 

Tari Tor-tor adalah tari Batak tradisional yang terdiri dari gerakan tangan dan kaki yang berirama, sedang penari tetap di tempatnya sendiri. Tari Tor-tor (manortor) selalu diiringi dengan musik tradisional Batak itu sendiri yaitu gondang. Tor-tor dan gondang diadakan apabila ada upacara penting dalam kehidupan orang batak, misalnya horja (upacara adat), seperti: perkawinan, mangongkal holi (upacara menggali kerangka jenazah), mangalahat horbo (upacara menyembelih kerbau), dan upacara kematian seperti Saur Matua.

 

Ulasan Filosofis Simbol Gerak dalam Tari Tor-Tor

 

Tari Tor-Tor dalam budaya Batak Toba bukan sebuah gerak tarian yang diciptakan dari intuisi imajinatif masyarakat Batak Toba. Setiap gerakan dalam Tari Tor-Tor memiliki makna tersirat dimana menjelaskan bagaimana proses menghargai dan memberi penghormatan antarmarga yang melangsungkan pesta berdasarkan sistim kekerabatan Dalihan Na Tolu. Maka, Tari Tor-Tor adalah sebuah ungkapan individual, kultur, dan juga keagamaan, yakni tampak dalam empat bentuk gerakan, yakni meminta berkat (maneanea), memberi berkat (mamasu-masu), meminta dan menerima berkat (mangido tua), dan menyembah dan meminta berkat (manomba).

 

Setiap gerakan tangan yang dilakukan dalam Tari Tor-Tor menunjukkan ciri-ciri kehidupan masyarakat Batak Toba, terutama dalam adat Dalihan Na Tolu. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Batak Toba adalah masyarakat yang saling menghargai dan menghormati, terutama dalam adat Dalihan Na Tolu dan warisan budaya leluhur mereka. Gerak Tari Tor-Tor yang dilakukan juga mengindikasikan bagaiamana masyarakat Batak Toba yang merendahkan hati untuk meminta dan menerima berkat, yang kemudian menjadi suatu budaya dalam diri masyarakat Batak Toba dalam meminta dan menerima banyak hal.

 

Tari Tor-Tor juga berpengaruh dalam kehidupan memasyarakat Batak Toba dimana mereka sangat menghargai dan menghormati masyarakat etnis lainnya, terutama yang mereka yang berusia lebih tua. Hal ini mengindikasikan suatu proses humanisasi masyarakat Batak Toba. Walaupun memiliki nada suara berbicara yang kuat, masyarakat Batak Toba menunjukkan bagaimana kelembutan diri mereka yang terdalam (jiwa). Oleh karena itu, Tari Tor-Tor menjadi suatu budaya yang khas dan unik milik masyarakat Batak Toba yang menyimbolkan kelembutan diri mereka yang terdalam (jiwa).

 

Catatan Kritis 

 

Kesenian Nusantara dimulai dan diutamakan untuk menunjukan kepercayaan, agama serta ritus-ritus dan religius. Begitu juga dengan seni tari, setiap tari yang ada di Nusantara memiliki maksud dan tujuan untuk menghormati roh leluhur dan menunjukkan eksistensi kebudayaan yang beraneka ragam yang ada di Nusantara.
Begitu pula dengan seni tari Tor-tor dalam budaya masyarakat Batak Toba. Setiap tarian yang dilaksanakan dalam setiap upacara selalu diarahkan kepada hal-hal yang metafisis, yakni roh leluhur yang dipercayai oleh mereka. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Nusantara khususnya dalam budaya Batak Toba, sangat menghormati roh leluhur dan kebudayaan mereka sebagai bagian dari masyarakat Nusantara orisinal. Namun, perlu diingat juga bahwa Tari Tor-Tor dalam masyarakat Batak Toba juga merupakan sebuah seni untuk memanusiakan tidak masyarakat Batak Toba, tetapi juga siapa saja yang mencoba mempraktikkannya. (Penulis adalah Alfredo Siboro OFMCap. (Mahasiswa Universitas Katolik St. Thomas Fakultas Filsafat)

Source: Penulis: Alfredo Siboro OFMCap.
Via: Editor : Wilfrid
Tags: Tari Tor-Tor
SendShareTweet
Kembali

Kapolda Sumut Ingatkan Personel Polres Labusel Siap Hadapi Pengamanan Nataru

Lanjut

Bawaslu Toba Sosialisasi Pengawasan Pemilu

Baca Juga

Lemhannas dan Masa Depan Kepemimpinan NKRI: Membangun Pemimpin Berwawasan Kebangsaan
Opini

Lemhannas dan Masa Depan Kepemimpinan NKRI: Membangun Pemimpin Berwawasan Kebangsaan

20 Agustus 2026
Ratusan Umat Kristiani Medan Ikuti Momentum Kesatuan Doa Nasional HUT ke-81 RI
Ragam

Ratusan Umat Kristiani Medan Ikuti Momentum Kesatuan Doa Nasional HUT ke-81 RI

19 Agustus 2026
Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital
Opini

Menjaga Rumah Besar PPTSB: Ketika Etika Berorganisasi Teruji di Era Digital

18 Agustus 2026
Uskup Tanjungkarang: Kesejahteraan Tercapai Jika Warga Miskin Menjadi Prioritas
Ragam

Uskup Tanjungkarang: Kesejahteraan Tercapai Jika Warga Miskin Menjadi Prioritas

17 Agustus 2026
Generasi Muda Tampil di Istana pada HUT ke-81 RI, dari GBN hingga Sekolah Rakyat
Ragam

Generasi Muda Tampil di Istana pada HUT ke-81 RI, dari GBN hingga Sekolah Rakyat

17 Agustus 2026
Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri
Opini

Partuturan di Era Digital: Menemukan Kembali Cara Menempatkan Diri

17 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukti Otentik Hak Ulayat: Sejarah Enklave Marga Sinaga di Simalungun dan Perjuangan Ruang Hidup Masyarakat Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Caroline Nababan Raih Emas dan Top Score ASMC 2026, The PRINT Apresiasi Prestasi Anak Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Rakyat Merasa Tersisih di Tanah Airnya Membedah Paradoks Pertumbuhan Ekonomi, Anomali Keadilan Fiskal, dan Melemahnya Daya Beli di Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Banten Andra Soni Ajak Warga Dukung Felicia br Sihombing di The Icon Indonesia SCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • THE PRINT Gelar Peluncuran Buku Bilingual Prabowonomics dan Prabowonomics Summit 2026 di JICC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In