AJIBATA | galasibot.co.id
Jembatan Sungai Naborsahan di Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba pasca dibeatufikasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) terlihat sangat indah dan menakjubkan pada malam hari.
Pembangunan jembatan berbiaya 11.738.950.000 dari anggaran tahun 2020 dan 2021 berada persis di Muara Sungai Naborsahan yang konon sebagai pintu masuk Jorang Raja yang melakukan migrasi dari Siduan Datu Kabupaten Samosir.
Jorang Raja yang merupakan Generasi ke 5 dari Keturunan Sinaga disebutkan melakukan Migrasi ke Ajibata-Girsang.
Setelah sampai di Muara Sungai Naborsahan kemudian menyusuri Sungai Naborsahan menuju hulu dan dipertengahan sungai memilih jalur Sungai Sisera-sera hingga mencapai Bukit (Dolok Siringki). Dolok Siringki persis berada di Kecamatan Girsang Sipabgsn Bolon Kabupaten Simalungun.
Di kalangan masyarakat Girsang pada masa itu mengenal Dolok Siringki dengan sebutan “Namartua Dolok Siringki”. Disebutkan demikian karena dalan story telling yang pernah di dengar bahwa bukit itu adalah tempat berdoa kepada Yang Maha Kuasa oleh Ompu Korang Raja setelah merasa sampai di tempat tujuan perantauannya (migrasi).
Salah seorang keturunan Op Jorang Raja Harianto Sinaga SE yang merupakan keturunan ke 16 dari Sinaga mengatakan saat berada di Puncak Bukit Siringki bisa melihat tempat kelahiran Op Korang Raja di Siduan Datu Kecamatan Palipi Samosir.
Harianto Sinaga yang juga sebagai Manager Geosite Sibaganding menuturkan bahwa Beatifikasi jembatan Ajibata dilakukan di Masa Pemerintahan Jokowi berlatarbelakang dalam menopang pembangunan kepariwisataan di Geopark Kaldera Toba.
Keunikan Jembatan Sungai Naborsahan adalah dengan arsitektur Rumah Batak dan menjadi daya tarik bagi wisatawan karena bisa menjadi space foto.
Harianto yang merupakan salah seorang aktivis 98 berharap Pemerintahan Kabupaten Toba bisa melakukan berifikasi terhadap situs situs lain di kawasan Kecamatan Ajibata. Serta melakukan penataan terhadap UMKM di kawasan tersebut .(red)











