Jakarta | galasibot co id
Anggota DPR RI Lamhot Sinaga menegaskan pentingnya penguatan dan optimalisasi produk lokal sebagai langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi nasional di tengah tantangan global dan persaingan pasar internasional yang semakin ketat.
Menurut Lamhot Sinaga, sektor industri pengolahan saat ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta mampu menyerap sekitar 18,82 juta tenaga kerja sepanjang tahun 2024.
“Penguatan produk lokal harus menjadi gerakan bersama. Mulai dari penggunaan bahan baku dalam negeri, distribusi, hingga dukungan sektor jasa pendukung harus terus diperkuat agar manfaat ekonomi benar-benar berputar di dalam negeri,” ujar Lamhot Sinaga.
Politisi tersebut menilai, keberpihakan terhadap produk lokal bukan hanya soal ekonomi semata, melainkan bagian dari strategi besar membangun ketahanan nasional. Dengan memperkuat industri dalam negeri, Indonesia dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.
Ia juga mendorong pemerintah agar terus menghadirkan kebijakan afirmatif yang berpihak kepada pelaku industri lokal, termasuk pelaku UMKM dan sektor manufaktur nasional. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk menciptakan ekosistem industri yang sehat, berkelanjutan, dan mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
“Ketika produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka ekonomi rakyat akan tumbuh lebih kuat. Industri berkembang, lapangan pekerjaan terbuka, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” katanya.
Lamhot menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor industri dan sumber daya lokal yang harus dimaksimalkan secara berkelanjutan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi bangsa.
Dengan penguatan industri nasional berbasis produk lokal, Indonesia diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat posisi bangsa dalam menghadapi dinamika ekonomi global.(*)











