• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Koperasi Merah Putih: Simbol Kerakyatan atau Tameng Oligarki Baru?

Oleh: Niarita Bukit, SE. MSI Dosen Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi Sisingamangaraja XII Tapanuli

Redaksi Galasibot.co.id
6 September 2025
/ Opini
0 0
0
Koperasi Merah Putih: Simbol Kerakyatan atau Tameng Oligarki Baru?
Share on FacebookShare on Twitter

 

Koperasi telah lama diposisikan sebagai jangkar demokrasi ekonomi Indonesia. Dalam konstitusi, koperasi bukan sekadar entitas bisnis, melainkan perwujudan asas kekeluargaan—berbeda dengan sistem kapitalistik yang kerap menguntungkan minoritas elite. Namun, ketika gagasan ini terimplementasi dalam bentuk Koperasi Merah Putih, kita justru dihadapkan pada dilema: apakah koperasi ini benar-benar menjadi kendaraan rakyat, atau justru alat kekuasaan dengan baju kerakyatan?

Baca Juga

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)

Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”

Harapan Dibalik Simbol “Merah Putih”

Secara simbolik, nama “Merah Putih” membawa harapan besar. Ia seharusnya menyatukan semangat nasionalisme dengan pemberdayaan ekonomi rakyat. Dengan jaringan yang menjangkau berbagai sektor—dari petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga buruh—koperasi ini diharapkan menjadi lokomotif keadilan ekonomi. Ia diidamkan sebagai penyeimbang terhadap dominasi korporasi besar dan penangkal praktik ekonomi predatorik.

Namun harapan tinggal harapan jika prinsip koperasi dicederai oleh praktik menyimpang.

Ketika Ideal Tak Selaras dengan Realita

Di lapangan, tak sedikit koperasi yang gagal menjalankan prinsip utamanya: dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Beberapa justru berubah menjadi struktur tertutup yang dikendalikan segelintir elite. Transparansi minim, partisipasi anggota dibatasi, dan keuntungan hanya dinikmati oleh lingkaran dalam pengurus. Ironisnya, rakyat kecil kembali menjadi penonton, bahkan dalam wadah yang seharusnya milik mereka sendiri.

Penggunaan label “Merah Putih” bisa menjadi ironi pahit jika koperasi ini justru digunakan sebagai kendaraan politik-ekonomi kelompok tertentu—bukan sebagai ruang kolektif bagi rakyat.

Demokrasi Ekonomi vs Oligarki Berkedok Koperasi

Indonesia tidak kekurangan aktor oligarki yang lihai berkamuflase. Mereka menguasai sumber daya ekonomi sembari menyuarakan narasi kerakyatan. Jika Koperasi Merah Putih tidak waspada terhadap infiltrasi kekuasaan, ia berisiko berubah menjadi kendaraan oligarki baru yang membungkus kepentingannya dengan jargon nasionalisme.

Demokrasi ekonomi sejati menuntut partisipasi aktif dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan. Ketika struktur koperasi tak transparan dan elitis, maka sejatinya ia tak berbeda dari korporasi kapitalistik yang selama ini dikritiknya.

Jalan Tengah: Reformasi dan Kesadaran Kolektif

Untuk menghindari jebakan oligarki, Koperasi Merah Putih harus:

  1. Menjunjung Transparansi: Anggota wajib tahu ke mana dana koperasi mengalir, siapa yang mengambil keputusan, dan bagaimana keuntungan dibagi.
  2. Memperkuat Pengawasan Negara: Negara harus hadir sebagai pengawas yang adil, bukan sebagai pelaku politisasi koperasi.
  3. Meningkatkan Literasi Anggota: Tanpa pemahaman kolektif bahwa koperasi adalah milik bersama, anggota mudah dimanipulasi dan koperasi rentan dikendalikan elite.

Penutup: Masa Depan Koperasi Merah Putih

Koperasi Merah Putih bisa menjadi harapan atau kekecewaan baru—tergantung bagaimana ia dikelola. Jika dijiwai prinsip demokrasi ekonomi, koperasi ini akan jadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Namun jika hanya menjadi alat segelintir elite, maka ia tak ubahnya wajah baru dari kekuasaan lama: oligarki.

Kini, pilihan ada di tangan pengelola dan anggotanya: berdiri di sisi rakyat atau tunduk pada kekuasaan?

 

Tags: #DemokrasiEkonomi#EkonomiKerakyatan#KoperasiMerahPutihSimalungun#OligarkiIndonesia#PemberdayaanRakyat
SendShareTweet
Kembali

DPP Manik Raja  Gelar Silaturahmi dan Tinjau Pembangunan Tugu Manik Raja di Sioma Samosir 

Lanjut

Tiger Sumatra Binjai Sabet Juara Umum Pertama di Kejuaraan Taekwondo Pemula KONI Sumut

Baca Juga

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra
Ekonomi

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

24 September 2026
Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)
Budaya

Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)

20 September 2026
Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”
Opini

Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”

17 September 2026
Menyalakan Nalar, Merawat Realitas: Meneguhkan Kembali Pilar Perjuangan PMKRI di Kampus dan Masyarakat
Opini

Menyalakan Nalar, Merawat Realitas: Meneguhkan Kembali Pilar Perjuangan PMKRI di Kampus dan Masyarakat

14 September 2026
Opini

10 September 2026
Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi
Hukum

Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi

9 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Copot Menkeu Purbaya, Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Diminta Jaga Kredibilitas APBN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In