• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Koperasi Merah Putih: Simbol Kerakyatan atau Tameng Oligarki Baru?

Oleh: Niarita Bukit, SE. MSI Dosen Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi Sisingamangaraja XII Tapanuli

Redaksi Galasibot.co.id
6 September 2025
/ Opini
0 0
0
Koperasi Merah Putih: Simbol Kerakyatan atau Tameng Oligarki Baru?
Share on FacebookShare on Twitter

 

Koperasi telah lama diposisikan sebagai jangkar demokrasi ekonomi Indonesia. Dalam konstitusi, koperasi bukan sekadar entitas bisnis, melainkan perwujudan asas kekeluargaan—berbeda dengan sistem kapitalistik yang kerap menguntungkan minoritas elite. Namun, ketika gagasan ini terimplementasi dalam bentuk Koperasi Merah Putih, kita justru dihadapkan pada dilema: apakah koperasi ini benar-benar menjadi kendaraan rakyat, atau justru alat kekuasaan dengan baju kerakyatan?

Baca Juga

Peredaran Narkoba di Simalungun Diungkap, Tokoh Pemuda Desak Polisi Tangkap Bandar Besar

Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional

Skandal BNI Aek Nabara: OJK Turun Tangan, “Sihir” Viralitas Paksa Bank Pelat Merah Bayar Ganti Rugi

Harapan Dibalik Simbol “Merah Putih”

Secara simbolik, nama “Merah Putih” membawa harapan besar. Ia seharusnya menyatukan semangat nasionalisme dengan pemberdayaan ekonomi rakyat. Dengan jaringan yang menjangkau berbagai sektor—dari petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga buruh—koperasi ini diharapkan menjadi lokomotif keadilan ekonomi. Ia diidamkan sebagai penyeimbang terhadap dominasi korporasi besar dan penangkal praktik ekonomi predatorik.

Namun harapan tinggal harapan jika prinsip koperasi dicederai oleh praktik menyimpang.

Ketika Ideal Tak Selaras dengan Realita

Di lapangan, tak sedikit koperasi yang gagal menjalankan prinsip utamanya: dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Beberapa justru berubah menjadi struktur tertutup yang dikendalikan segelintir elite. Transparansi minim, partisipasi anggota dibatasi, dan keuntungan hanya dinikmati oleh lingkaran dalam pengurus. Ironisnya, rakyat kecil kembali menjadi penonton, bahkan dalam wadah yang seharusnya milik mereka sendiri.

Penggunaan label “Merah Putih” bisa menjadi ironi pahit jika koperasi ini justru digunakan sebagai kendaraan politik-ekonomi kelompok tertentu—bukan sebagai ruang kolektif bagi rakyat.

Demokrasi Ekonomi vs Oligarki Berkedok Koperasi

Indonesia tidak kekurangan aktor oligarki yang lihai berkamuflase. Mereka menguasai sumber daya ekonomi sembari menyuarakan narasi kerakyatan. Jika Koperasi Merah Putih tidak waspada terhadap infiltrasi kekuasaan, ia berisiko berubah menjadi kendaraan oligarki baru yang membungkus kepentingannya dengan jargon nasionalisme.

Demokrasi ekonomi sejati menuntut partisipasi aktif dan kesetaraan dalam pengambilan keputusan. Ketika struktur koperasi tak transparan dan elitis, maka sejatinya ia tak berbeda dari korporasi kapitalistik yang selama ini dikritiknya.

Jalan Tengah: Reformasi dan Kesadaran Kolektif

Untuk menghindari jebakan oligarki, Koperasi Merah Putih harus:

  1. Menjunjung Transparansi: Anggota wajib tahu ke mana dana koperasi mengalir, siapa yang mengambil keputusan, dan bagaimana keuntungan dibagi.
  2. Memperkuat Pengawasan Negara: Negara harus hadir sebagai pengawas yang adil, bukan sebagai pelaku politisasi koperasi.
  3. Meningkatkan Literasi Anggota: Tanpa pemahaman kolektif bahwa koperasi adalah milik bersama, anggota mudah dimanipulasi dan koperasi rentan dikendalikan elite.

Penutup: Masa Depan Koperasi Merah Putih

Koperasi Merah Putih bisa menjadi harapan atau kekecewaan baru—tergantung bagaimana ia dikelola. Jika dijiwai prinsip demokrasi ekonomi, koperasi ini akan jadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat. Namun jika hanya menjadi alat segelintir elite, maka ia tak ubahnya wajah baru dari kekuasaan lama: oligarki.

Kini, pilihan ada di tangan pengelola dan anggotanya: berdiri di sisi rakyat atau tunduk pada kekuasaan?

 

Tags: #DemokrasiEkonomi#EkonomiKerakyatan#KoperasiMerahPutihSimalungun#OligarkiIndonesia#PemberdayaanRakyat
SendShareTweet
Kembali

DPP Manik Raja  Gelar Silaturahmi dan Tinjau Pembangunan Tugu Manik Raja di Sioma Samosir 

Lanjut

Tiger Sumatra Binjai Sabet Juara Umum Pertama di Kejuaraan Taekwondo Pemula KONI Sumut

Baca Juga

Peredaran Narkoba di Simalungun Diungkap, Tokoh Pemuda Desak Polisi Tangkap Bandar Besar
Opini

Peredaran Narkoba di Simalungun Diungkap, Tokoh Pemuda Desak Polisi Tangkap Bandar Besar

25 April 2026
Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional
Opini

Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional

23 April 2026
Skandal BNI Aek Nabara: OJK Turun Tangan, “Sihir” Viralitas Paksa Bank Pelat Merah Bayar Ganti Rugi
Opini

Skandal BNI Aek Nabara: OJK Turun Tangan, “Sihir” Viralitas Paksa Bank Pelat Merah Bayar Ganti Rugi

19 April 2026
Saat Dalih AI Menabrak Realitas Hukum: Di Balik Laporan JK terhadap Rismon Sianipar
Opini

Saat Dalih AI Menabrak Realitas Hukum: Di Balik Laporan JK terhadap Rismon Sianipar

10 April 2026
BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun
Opini

BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

4 April 2026
Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak
Opini

Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak

2 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SD Budi Murni 2 Medan Raih Juara II Umum Kejuaraan Karate TAKO Piala Direktur POLMED 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harianto Sinaga Tantang Debat Terbuka Bane Raja Manalu: “BPODT Itu Perbaiki, Bukan Bubarkan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In