Pematangsiantar | galasibot.co.id
Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Sumatera Utara kembali menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Pemazmur Program Pembinaan Sektoral bertema “Melantunkan Nada Menghidupkan Sabda”, bertempat di Catholic Center PPU Pematangsiantar, Sabtu, 15 November 2025.
Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari empat kabupaten/kota, yakni Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir, dan Kabupaten Toba, dengan total peserta sebanyak 35 orang. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai 15 hingga 16 November 2025.
Ketua Panitia, Ir. Jaruddin Silvanus Simarmata, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pelatihan keempat yang dilaksanakan LP3KD Sumut. Sebelumnya, pelatihan serupa telah dilaksanakan pada bulan September di Lintong ni Huta, serta pada bulan Oktober di Medan dan Parapat.
“Kegiatan pembinaan ini akan berlanjut pada awal Desember di Tapanuli Tengah untuk menjangkau peserta dari Keuskupan Sibolga. LP3KD Sumut membawahi dua keuskupan, yaitu Keuskupan Agung Medan dan Keuskupan Sibolga,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber Gregorius Pratomo menegaskan pentingnya kemampuan teknis dan penghayatan bagi seorang pemazmur. “Menjadi pemazmur bukan sekadar menunjukkan kemampuan vokal, tetapi juga menghayati tugas untuk menyampaikan Sabda Allah dengan baik,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi awal yang baik bagi peserta agar dapat terus mengembangkan diri demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan sesama.
Gregorius juga menambahkan harapannya agar pembinaan serupa dapat semakin meluas hingga menjangkau seluruh paroki di Sumatera Utara. Hal ini sejalan dengan semangat sinodal yang terus diusung oleh LP3KD Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Dr. Drs. Hendrik H. Sitompul, M.M. sebagai Ketua Umum.
Salah seorang peserta, Kurnia Klara. S. Keb. SKM. M., Kes. asal LP3KD Medan mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Pelatihan ini membuat kami lebih memahami sejarah, teknik melantunkan mazmur, serta aspek penting dalam liturgi. Mazmur bukan hanya nyanyian, tetapi penyampaian Sabda Allah sekaligus ungkapan doa. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut agar kami semakin mahir dalam bermazmur,” ungkapnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan liturgi di berbagai paroki, serta memperkokoh peran LP3KD Sumatera Utara dalam pembinaan iman dan seni liturgi di tanah air.(*)










