Pakpak Bharat I galasibot.co.id
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (FBT) mengimbau seluruh orang tua, khususnya para ayah, untuk lebih peduli dan terlibat dalam pemenuhan gizi keluarga. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan sosialisasi pengembangan desa Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang berlangsung, Jumat (26/9/2025) di Aula Bale Sada Arih, Sindeka, Salak, kemarin.
Dalam arahannya, Bupati FBT menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan hanya tanggung jawab kaum ibu. Para ayah juga memiliki peran penting agar kebutuhan gizi seluruh anggota keluarga terpenuhi dengan baik.
“Tidak perlu merasa rugi kalau penghasilan habis untuk keperluan anak-anak. Yang penting kebutuhan pokok terpenuhi,” ujarnya.
Ia menggambarkan kondisi masyarakat perkotaan yang bergantung pada pembelian kebutuhan pangan, berbeda dengan warga Pakpak Bharat yang masih memiliki kelebihan berupa lahan pertanian dan hasil ladang yang dapat dimanfaatkan langsung, seperti beras, sayur, dan telur.
Menurutnya, potensi lokal tersebut harus menjadi dorongan bagi setiap keluarga untuk mandiri dalam pemenuhan gizi. “Saya ingin para bapak lebih fokus memikirkan dan bertindak demi kecukupan gizi keluarga,” tegasnya.
Dalam kegiatan yang sama, Bupati juga menyerahkan dana swakelola Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik dari Badan Pangan Nasional RI kepada 12 desa penerima di Kabupaten Pakpak Bharat. Ia menekankan pentingnya penggunaan dana tersebut secara tepat dan sesuai ketentuan.
“Saya merasa bangga dan lega. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, kita masih bisa mendapatkan dukungan dana tambahan. Segera rancang program yang terukur dan tepat sasaran,” pungkas FBT.
Program B2SA diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsumsi pangan sehat dan bergizi, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan desa.(*)











