Pakpak Bharat | galasibot.co.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pakpak Bharat menggelar peringatan hari jadi ke-22, Senin (28/7/2025), di halaman Balai Diklat BKPSDM, Desa Cikaok, Sitellu Tali Urang (STTU) Julu. Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (FBT), bertindak sebagai inspektur upacara dalam seremoni yang berlangsung khidmat.
Bendera pataka, simbol Kabupaten Pakpak Bharat, diarak ke tengah lapangan oleh regu pasukan kehormatan. Ketua DPRD, Elson Angkat, membacakan sejarah singkat terbentuknya kabupaten ini pasca pemekaran dari Kabupaten Dairi, resmi menjadi daerah otonom tingkat II pada 28 Juli 2003, bersamaan dengan pemekaran Kabupaten Nias Selatan dan Humbang Hasundutan (Humbahas).
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sidang paripurna istimewa DPRD di gedung DPRD Sindeka, Salak, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan sejarah kabupaten. Pada awal masa otonomi, Kabupaten Pakpak Bharat dipimpin oleh Penjabat Bupati, Drs Tigor Solin.
Acara semakin meriah dengan kehadiran Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, yang disambut tarian khas Etnis Pakpak Erah-erah di Lapangan Napa Sengkut, Salak, lengkap dengan iringan genderang tradisional. Bobby hadir bersama istri, Kahiyang Ayu, dan mendapat sambutan hangat ribuan warga yang memadati lokasi sejak sore hari. Banyak warga memanfaatkan momen ini untuk bersalaman dan berfoto bersama sang gubernur.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumut menyampaikan komitmen pemerintah provinsi untuk meningkatkan infrastruktur jalan, sektor pendidikan, dan mendukung pelaku usaha mikro di Pakpak Bharat. Ia berharap perbaikan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain upacara, perayaan Pesta Rakyat Oang-Oang turut diwarnai dengan hiburan dari artis ternama Trio Nabasa dan penyanyi lokal, memeriahkan suasana hingga sore hari. Pada kesempatan yang sama, dilakukan peresmian gedung perpustakaan yang dibangun tahun sebelumnya. Gubernur Bobby Nasution direncanakan melanjutkan kunjungan kerja ke kabupaten lain di kawasan Danau Toba setelah acara selesai.
Perayaan ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat dan pemerintah dalam memperingati perjalanan dua dekade Kabupaten Pakpak Bharat, sekaligus ajang mempromosikan budaya lokal dan meningkatkan semangat gotong royong di kalangan warga.(*)











