Humbang Hasundutan | galasibot.co.id
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pascabencana di Wilayah Sumatera yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Rakor tersebut dilaksanakan secara video conference (vidcon), Jumat (9/1/2026).
Bupati Humbang Hasundutan mengikuti rakor dari Ruang Rapat Perkantoran Bukit Inspirasi Doloksanggul, didampingi Sekretaris Daerah Chiristison R. Marbun, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sabar Purba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba, Asisten Administrasi Umum Jaulim Simanullang, Kalak BPBD Bernard Simamora, Kadis Sosial Rambe Manalu, Kadis Dukcapil Jara Septo Lumbantoruan, Kadis PKP Anggiat Simanullang, Kepala Bappelitbangda Pahala Lumban Gaol, Kadis Kominfo Adrianus Mahulae, Kadis Kesehatan Alexander Gultom, Kadis Kopenaker Nurliza Pasaribu, serta sejumlah staf terkait.
Rakor ini juga diikuti oleh Gubernur Aceh, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat, serta para bupati dan wali kota dari daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera.
Dalam rakor tersebut, Mendagri Tito Karnavian berdialog langsung dengan para kepala daerah guna mengecek indikator pemulihan pemerintahan dan kemasyarakatan pascabencana. Evaluasi difokuskan pada keberlangsungan pelayanan pemerintahan, layanan publik, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian Mendagri meliputi layanan kesehatan, baik di RSUD, rumah sakit swasta, puskesmas, hingga klinik, sarana dan prasarana pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, kondisi akses darat seperti jalan nasional, provinsi, kabupaten/kota dan desa, serta pemulihan perekonomian daerah termasuk aktivitas pasar, usaha kecil, restoran, penginapan, dan rumah ibadah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan menyampaikan bahwa roda pemerintahan di Kabupaten Humbang Hasundutan berjalan dengan baik. Untuk layanan kesehatan, terdapat lima unit poskesdes yang mengalami kerusakan sehingga sementara pelayanan kesehatan masyarakat dilakukan dengan memanfaatkan rumah warga.
Sementara itu, rumah sakit, puskesmas, dan klinik secara umum tetap beroperasi normal. Untuk sektor pendidikan, tercatat 11 unit fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, terdiri dari dua unit PAUD, tujuh unit SD, dan dua unit SMP. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang guru sebagai ruang kelas sementara.
Di bidang infrastruktur jalan, secara umum akses masih dapat dilalui. Namun terdapat satu ruas jalan kabupaten yang amblas sepanjang kurang lebih tiga kilometer akibat banjir dan longsor. Sebagai solusi, pemerintah daerah melakukan pembukaan jalan baru sepanjang sekitar empat kilometer dengan progres pembangunan mencapai 60 persen. Jalur tersebut sudah dapat dilalui pejalan kaki dan berdampak pada sekitar 800 jiwa.
Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya mengingatkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan agar terus memperhatikan ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak, sehingga seluruh kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan baik selama masa pemulihan pascabencana.(*)











