BINJAI | galasibot.co id – Kekecewaan mendalam menyelimuti Dojang Tiger Sumatera Binjai. Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-16 Mei 2026 di Grand Ballroom Pasifik Batam, secara mendadak dinyatakan batal atau ditunda oleh pihak penyelenggara.
Gagalnya perhelatan bergengsi ini menjadi pukulan telak bagi para atlet, pelatih (Sabeum), manager, hingga orang tua atlet yang telah memberikan pengorbanan materi maupun waktu yang tidak sedikit.
Kronologi Pemberitahuan yang Dinilai Janggal
Manager Tim Tiger Sumatera Binjai, J. Hutabarat, mengungkapkan bahwa informasi penundaan hanya disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp kepada pihak manajemen. Ironisnya, terdapat ketidaksesuaian tanggal dalam surat resmi yang baru diterima belakangan.
“Kami baru mendapat kabar resmi pada 7 Mei, namun di surat tertulis tanggal 5 Mei. Kami merasa seperti dibohongi dengan permainan tanggal ini,” ujar J. Hutabarat saat ditemui di Sekretariat Dojang Tiger Sumatera, Jalan T. Umar, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Sabtu (9/5/2026).
Tuntutan Ganti Rugi Materiil
Pasca pertemuan dengan para wali atlet, pihak Tiger Sumatera Binjai sepakat untuk menuntut kompensasi penuh kepada panitia penyelenggara. Kerugian yang dialami mencakup:
-
Tiket Perjalanan: Pemesanan mandiri tiket kapal laut dan pesawat.
-
Akomodasi: Pemesanan hotel/penginapan yang sudah dibayar di muka.
-
Biaya Latihan: Biaya intensif di luar jadwal reguler yang telah berjalan selama sebulan penuh.
“Kami sudah berlatih ekstra keras. Secara materi, kami mengalami kerugian besar dan panitia harus bertanggung jawab atas biaya yang sudah kami keluarkan,” tegas Hutabarat.
Dampak Psikologis dan Harapan Atlet
Salah satu perwakilan orang tua atlet menyatakan bahwa kerugian terbesar bukanlah uang, melainkan hancurnya mental anak-anak yang telah berlatih hingga larut malam demi membawa nama baik daerah di level internasional.
“Anak-anak hanya ingin bertanding. Rasa kecewa mereka tidak bisa dibayar dengan uang. Mereka berlatih setiap hari demi pengalaman di level internasional, tapi kenyataannya seperti ini,” ungkapnya dengan nada sedu.
Pihak orang tua juga mendesak Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kepulauan Riau dan Dispora (Gubernur) setempat untuk turun tangan menyelesaikan masalah ini. Harapannya, ada langkah nyata untuk memulihkan semangat para atlet muda yang menjadi harapan bangsa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tugas berat kini berada di tangan para Sabeum dan orang tua untuk mengembalikan mental bertanding para atlet yang sempat anjlok akibat ketidakpastian penyelenggaraan turnamen tersebut.(*)











