Delisedang I galasibot.co.id
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, hadir langsung menyaksikan aksi memukau para pereli dalam ajang Sprint Rally Sumut 2026. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat ekosistem olahraga otomotif di Sumatera Utara.
Ajang ini merupakan seri pembuka dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally 2026. Sebanyak 50 pembalap papan atas tanah air bersaing ketat di lintasan aspal Komplek Sport Centre Sumut, Deliserdang, Sabtu (11/4/2026).
Membangun Ekosistem Olahraga dan Ekonomi
Usai melihat kelihaian para pereli memacu kendaraan, Bobby Nasution mengungkapkan harapannya agar event berskala nasional seperti ini rutin digelar. Baginya, balapan bukan sekadar hobi, melainkan penggerak roda ekonomi daerah.
“Mudah-mudahan ini terus berlanjut, ekosistemnya terbangun dengan baik, ekosistem ekonomi dan juga olahraganya itu sendiri,” ujar Bobby Nasution dengan optimis.
Ia menilai, ketersediaan fasilitas di Sport Centre Sumut harus dimanfaatkan maksimal untuk menggelar event-event bergengsi yang mampu menarik kunjungan wisatawan dan penonton dari luar daerah.
Dorong Regenerasi Atlet Balap Sumut
Selain dampak ekonomi, Bobby menekankan pentingnya regenerasi atlet. Kehadiran nama-nama besar seperti juara bertahan Ryan Nirwan, Glenn Nirwan, Haji Rahmat, hingga tokoh otomotif Sumut Musa Rajekshah, diharapkan menjadi motivasi bagi talenta muda lokal.
“Pembalap Sumut yang tampil pengalamannya sudah luar biasa, mereka sudah main di nasional bahkan internasional. Ini harus kita kembangkan terus dengan event-event di Sumut,” tambahnya.
Menurut Bobby, dengan semakin banyaknya kompetisi di tingkat daerah, para pembalap muda Sumut akan memiliki jam terbang yang cukup untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Persaingan Sengit di Berbagai Kelas
Sprint Rally Sumut 2026 berlangsung selama dua hari hingga Minggu (12/4/2026). Kompetisi ini mempertandingkan berbagai kategori bergengsi, mulai dari kelas RC 1 hingga RC 4, serta Grup M, F, R, dan J.
Tak hanya untuk pembalap profesional, ajang ini juga membuka ruang bagi kategori non-seeded driver, pembalap wanita, hingga penghargaan khusus best driver. Hal ini menunjukkan inklusivitas perkembangan dunia otomotif di Sumatera Utara yang semakin matang.(*)











