Semarang | galasibot.co.id
Menanggapi gelombang polemik di media sosial serta laporan kepolisian terkait pernyataan Jusuf Kalla mengenai konsep mati syahid dalam kekristenan, tokoh rohaniwan Katolik Romo Aloysius Purnomo Pr mengambil langkah sejuk. Alih-alih larut dalam keriuhan hukum dan amarah, ia mengajak seluruh umat untuk menghayati nilai pengampunan melalui doa yang tulus bagi mantan Wakil Presiden RI tersebut.
Pernyataan tokoh nasional Jusuf Kalla (JK) yang menyinggung ajaran kekristenan baru-baru ini memicu kontroversi luas di ruang publik. Sementara beberapa kelompok masyarakat memilih jalur hukum dengan melayangkan pengaduan ke pihak kepolisian, Romo Aloysius Purnomo justru melihat situasi ini sebagai momentum bagi umat Kristiani untuk mempraktikkan inti sari ajaran kasih.
Menurut Romo Aloysius, kesalahpahaman persepsi merupakan hal yang manusiawi terjadi akibat ketidaktahuan yang mendalam. Ia menekankan bahwa umat tidak perlu merasa tersinggung, melainkan harus menjadikan peristiwa ini sebagai kesempatan nyata untuk menjalankan perintah Yesus Kristus dalam mengampuni sesama tanpa batas.
Dalam sebuah momen refleksi yang mendalam, ia mengajak umat bersatu dalam doa, memohon berkat bagi bangsa agar tidak terpecah belah oleh perbedaan keyakinan. Ia menegaskan pentingnya menjaga “Peradaban Kasih Ekologis” di tengah kemajemukan Indonesia.
Kutipan Doa Lengkap
Berikut adalah untaian doa yang disampaikan oleh Romo Aloysius Purnomo:
“Kami berdoa dan memohonkan pengampunan untuk saudara kami Bapak Jusuf Kalla yang beberapa waktu lalu mengatakan bahwa kekristenan mengajarkan membunuh orang lain untuk mati syahid, tentu itu tidak benar dan kami juga tidak perlu tersinggung dengan salah paham itu justru kami mendapat kesempatan yang nyata untuk menghayati sabda putra-Mu agar kami mengampuni 70 kali 7 kali terhadap mereka yang bersalah kepada kami mengasihi doa mendoakan memohonkan berkat daripada-Mu berkatilah saudara kami Bapak Jusuf Kalla yang karena ketidaktahuan tentang persis ajaran yang disampaikan putra-Mu maka muncul persepsi yang keliru berkatilah bangsa kami berkatilah kami semua agar tidak terpecah terbelah oleh salah paham juga karena alasan-alasan perbedaan agama semoga kami selalu hidup dengan mengutamakan peradaban kasih ekologis nama-Mu dimuliakan ini dan sepanjang masa Amin.”(*)










