KABANJAHE – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., yang diwakili oleh Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP., bertindak sebagai pembina pada Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Karo di Halaman Kantor Bupati Karo, Senin (11/5/2026).
Dalam amanatnya, Wakil Bupati menyoroti sejumlah agenda strategis daerah, mulai dari penilaian Satu Data Indonesia hingga transformasi digital di lingkungan perangkat daerah.
Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS)
Wakil Bupati menyampaikan bahwa saat ini penyelenggaraan statistik sektoral Tahun 2024-2025 serta implementasi Satu Data Indonesia sedang memasuki tahap penilaian. Evaluasi ini dilakukan secara intensif oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bappenas melalui instrumen Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karo, kami mengucapkan terima kasih kepada tim penilai internal maupun seluruh perangkat daerah yang telah berkontribusi. Diharapkan hasil evaluasi ini sesuai dengan harapan kita bersama untuk mewujudkan tata kelola data yang akurat,” ujar Komando Tarigan.
Optimalisasi Media Sosial dan Podcast Diskominfo
Selain masalah data, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga ASN diimbau untuk lebih aktif mendukung media sosial resmi pemerintah. Hal ini bertujuan agar informasi pembangunan dan pelayanan publik dapat tersampaikan secara masif dan transparan kepada masyarakat.
Wakil Bupati juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa Podcast Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karo. Platform ini disediakan bagi setiap OPD dan kecamatan sebagai wadah kreatif untuk menyebarluaskan program kerja dan informasi strategis kepada publik.
Integrasi Sistem Informasi Antar-OPD
Menutup arahannya, Komando Tarigan menekankan pentingnya pengintegrasian sistem informasi di seluruh perangkat daerah. Langkah integrasi ini dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan kualitas pelayanan publik berbasis elektronik.
“Dukungan dan kerja sama dari seluruh kepala OPD sangat diharapkan agar sistem yang terintegrasi ini dapat berjalan optimal, sehingga tidak ada lagi data yang tumpang tindih dalam pelayanan masyarakat,” tegasnya.(*)





