MEDAN | galasibit co.id – Paradigma tugas kepolisian kini dituntut untuk bergeser dari sekadar penjaga keamanan prosedural menjadi pelayan yang mampu menyentuh aspek psikologis masyarakat. Menjaga situasi tetap kondusif secara statistik belumlah cukup jika publik masih dihantui kecemasan dalam aktivitas sehari-hari.
Prinsip mendasar itulah yang ditekankan oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak. Dalam kunjungan kerjanya (kunker) ke Polsek Medan Tuntungan pada Sabtu (13/6/2026), ia menegaskan bahwa muara dari seluruh tugas kepolisian adalah lahirnya ketenangan sejati di lingkungan warga.
“Memberi keamanan tetapi tidak memberikan rasa aman kepada masyarakat adalah hal yang percuma,” tegas Jean Calvijn di hadapan personel dan warga yang hadir.
Kehadiran orang nomor satu di Polrestabes Medan ini disambut hangat dan meriah. Tabuhan musik dan gerakan dinamis tarian adat Karo—yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Medan Tuntungan, Adil Ginting, bersama unsur Forkopimcam, tokoh agama, serta tokoh masyarakat—menjadi simbol kedekatan emosional antara polri dan warga lokal.
Mengurai ‘Momok’ Kemacetan Bertahun-tahun
Salah satu bukti nyata dari komitmen menghadirkan rasa aman dan kenyamanan langsung dirasakan oleh warga di sekitar kawasan Gereja GBI Rumah Persembahan. Selama bertahun-tahun, titik ini menjadi momok kemacetan yang kerap menguras emosi dan mengganggu produktivitas masyarakat, terutama saat akhir pekan.
Melalui instruksi yang tepat, kolaborasi jajaran Polsek Medan Tuntungan dan Satlantas Polrestabes Medan akhirnya berhasil mengurai benang kusut lalu lintas di kawasan tersebut. Kapolrestabes Medan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi personel yang rela mengorbankan waktu liburnya demi melayani publik.
“Prestasi positif yang kalian lakukan adalah berhasil mengurai kemacetan yang bertahun-tahun menjadi momok di lokasi tersebut. Menjaga lalu lintas di hari libur masyarakat, di situlah energi pengayoman dan pelayanan kita sesungguhnya dibutuhkan,” puji Kombes Pol Jean Calvijn.
Evaluasi 200 Hari Kerja: Menekan 15% Angka Kriminalitas
Kunjungan kerja ini juga menjadi momen refleksi penting. Jean Calvijn memaparkan capaian kinerja dalam 200 hari pertama masa kepemimpinannya di Polrestabes Medan. Data evaluasi menunjukkan tren positif dalam menekan angka kejahatan jalanan (3C: Pencurian dengan Kekerasan/Curas, Pencurian dengan Pemberatan/Curat, dan Pencurian Kendaraan Bermotor/Curanmor).
-
Penurunan Kasus: Berhasil ditekan hingga 15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
-
Dampak Nyata: Penurunan ini setara dengan berhasil dicegahnya 497 kasus kejahatan jalanan yang berpotensi merugikan material maupun fisik warga.
Meski angka-angka di atas kertas menunjukkan keberhasilan yang signifikan, Kapolrestabes Medan mengingatkan jajarannya agar tidak terlena oleh data statistik. Baginya, angka penurunan kriminalitas tidak akan berarti jika masyarakat masih merasa takut untuk keluar rumah di malam hari atau merasa tidak tenang meninggalkan kendaraan mereka.
Menuju Hari Bhayangkara ke-80: Zero Tolerance terhadap Pelanggaran
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, tantangan Polri dalam menjaga kepercayaan publik kian besar. Jean Calvijn menginstruksikan dengan tegas kepada seluruh personel untuk menjaga integritas, memperkuat sinergitas dengan TNI serta pemerintah daerah, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran.
“Saya minta seluruh anggota menghindari segala bentuk pelanggaran. Mari rangkai prestasi dalam bingkai kebersamaan dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” imbaunya dengan nada lugas.
Mendengar Lewat ‘Curhat Warga’
Bukan sekadar kunjungan formal, agenda ini dilanjutkan dengan kegiatan Bakti Sosial dan sesi Curhat Warga. Di sinilah ruang komunikasi dua arah yang humanis benar-benar tercipta. Warga Kecamatan Medan Tuntungan memanfaatkan forum interaktif ini untuk menumpahkan berbagai aspirasi, keluhan, hingga masukan langsung terkait situasi kamtibmas di lingkungan mereka.
Melalui pendekatan yang responsif dan mendengar langsung dari akar rumput, Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak berupaya membuktikan bahwa polisi masa kini adalah polisi yang hadir, mendengarkan, dan memberikan solusi nyata demi terciptanya rasa aman yang hakiki.(*)











