MEDAN, galasibot.co.id – Keluhan masyarakat terkait kualitas air bersih yang disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara Cabang Labuhan kian memuncak. Warga di wilayah Medan Labuhan dan sekitarnya melaporkan bahwa air yang mengalir ke rumah-rumah pelanggan kerap kali keruh dan tidak layak konsumsi, bahkan menyerupai air limbah parit.
Kondisi ini disebut telah berlangsung berulang kali dalam kurun waktu sepekan terakhir, memicu keresahan mendalam bagi para pelanggan yang sangat bergantung pada layanan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang pelanggan, P. Sinaga, warga Lingkungan 22, Kelurahan Rengas Pulau, mengungkapkan kekecewaannya kepada tim wartawan. Menurutnya, masalah ini sudah berulang kali dilaporkan kepada pihak PDAM Tirtanadi Cabang Labuhan, namun perbaikan permanen belum juga dirasakan warga.
“Masalah air bersih ini adalah kebutuhan mendasar yang tidak boleh dipermainkan. Jika pihak manajemen, dalam hal ini Kepala Kantor Cabang Labuhan, tidak mampu menjaga kualitas distribusi air dan merawat infrastruktur pipa dengan baik, lebih baik mundur saja. Jangan biarkan masyarakat terus dirugikan,” tegas Sinaga.
Keresahan serupa disampaikan oleh Nur Afrida, warga Gang Delima, Kelurahan Terjun, Medan Marelan. Ia mengeluhkan bahwa air yang mereka terima kerap berwarna pekat dan berbau, sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan memasak maupun mencuci.
Warga mendesak Gubernur Sumatera Utara (GUBSU) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PDAM Tirtanadi Cabang Labuhan yang berlokasi di Jalan Kol. Yos Sudarso KM 14, Kelurahan Martubung. Masyarakat menilai adanya indikasi lemahnya pengawasan di internal cabang tersebut yang mengakibatkan pelayanan kepada pelanggan terabaikan.
Menanggapi keluhan tersebut, Rina Ritonga, salah satu pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Labuhan, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Jumat (5/6/2026) menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan warga.
“Masalah ini akan segera saya laporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti, dan dalam waktu dekat kami akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna mencari penyebab terjadinya pencemaran pada distribusi air bersih tersebut,” ujar Rina.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya tindakan nyata dan solusi cepat agar kualitas air yang didistribusikan kembali layak pakai, mengingat air merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda pemenuhannya.(*)











