Medan I galasibot.co.id – Ledakan keras mengguncang kawasan Perumahan Grand Polonia, Jalan Perhubungan, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, pada Senin (20/7/2026). Peristiwa tersebut menghancurkan satu unit rumah mewah berlantai tiga hingga rusak berat. Akibatnya, empat orang terjebak di dalam bangunan dan enam orang mengalami luka-luka.
Suara ledakan terdengar sangat keras hingga keluar kawasan perumahan. Warga sekitar langsung berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Setelah mendatangi lokasi kejadian, mereka menemukan puing-puing bangunan sudah berserakan ke jalanan.
Kerusakan Bangunan dan Kendaraan
Dampak ledakan tersebut merusak bagian lantai dua dan merobohkan balkon rumah. Puing-puing material bangunan terbang dan menghantam beberapa rumah di sekitarnya. Sementara itu, rangka bangunan terlihat miring ke bawah dan berpotensi roboh.
Selain merusak bangunan, reruntuhan material juga menimpa tiga unit mobil di depan rumah. Pecahan kaca dan dinding menutupi seluruh area jalanan perumahan. Kondisi tersebut memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi.
Suasana Panik di Lokasi Kejadian
Seorang perempuan menangis histeris di lokasi sambil memanggil anggota keluarganya. Keluarga korban menduga masih ada anggota keluarga yang terjebak di dalam rumah. Namun, petugas kepolisian melarang warga mendekati area bangunan tersebut.
Petugas mengambil tindakan tegas karena struktur bangunan masih sangat labil. Langkah bahaya ini bertujuan untuk mencegah risiko runtuhan susulan yang dapat mengancam keselamatan. Oleh karena itu, area kejadian langsung mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian.
Penanganan dan Penyelamatan Korban
Tim gabungan dari Polrestabes Medan, Pemadam Kebakaran, dan BPBD Kota Medan segera mendatangi lokasi. Petugas medis juga bergerak cepat untuk melakukan penyisiran dan evakuasi korban. Beberapa unit ambulans telah bersiaga di sekitar perumahan.
Petugas bekerja ekstra hati-hati saat membersihkan tumpukan puing-puing bangunan. Kapolres Medan Calvin Simanjuntak juga turun langsung ke lapangan untuk memimpin proses penanganan di lokasi. Sampai saat ini, tim penyelamat terus fokus mengevakuasi seluruh korban dari reruntuhan.










