MEDAN | galasibot.co.id – Forum Komunikasi Digital (Komdigi) APEKSI XVIII di Kota Medan menghasilkan lima rekomendasi strategis yang diharapkan menjadi arah baru percepatan transformasi digital pemerintahan kota di Indonesia. Forum tersebut juga menegaskan pentingnya sinergi antardaerah agar digitalisasi pelayanan publik berlangsung lebih cepat, efisien, dan merata.
Komitmen itu mengemuka saat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, Arrahmaan Pane, menutup Forum Komdigi APEKSI XVIII di Hotel Aryaduta Medan, Kamis (2/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Arrahmaan mengajak seluruh kepala dinas komunikasi dan informatika dari berbagai kota untuk membangun budaya kolaborasi, berbagi inovasi, serta saling memperkuat kapasitas digital pemerintah daerah.
Kolaborasi Menjadi Kunci Transformasi Digital
Arrahmaan Pane menilai tantangan digitalisasi tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri.
Setiap pemerintah kota menghadapi persoalan yang hampir sama, mulai dari keterbatasan anggaran hingga pengembangan teknologi pelayanan publik.
Karena itu, ia mengajak seluruh anggota APEKSI membangun semangat saling membantu.
Menurutnya, keberhasilan satu daerah dapat menjadi solusi bagi daerah lainnya.
“Kominfo merupakan corong setiap kota. Lewat kebersamaan ini kita bisa saling berbagi solusi dan mempercepat transformasi digital,” ujarnya.
Berbagi Aplikasi Lebih Efisien Dibanding Membangun dari Nol
Salah satu gagasan yang mendapat perhatian dalam forum ialah pemanfaatan aplikasi pelayanan publik secara bersama.
Arrahmaan menjelaskan pemerintah daerah tidak perlu selalu mengembangkan aplikasi baru dengan biaya besar.
Daerah lain dapat mereplikasi sistem yang telah berhasil diterapkan oleh pemerintah kota lain.
Ia mencontohkan aplikasi pelayanan publik milik Kota Makassar dapat diadopsi daerah lain melalui kerja sama resmi.
Begitu pula pengalaman Kota Bandung dalam menata kabel udara ke bawah tanah dapat menjadi referensi penyusunan regulasi di daerah lain.
Menurutnya, model kolaborasi seperti itu mampu menghemat anggaran sekaligus mempercepat inovasi pelayanan publik.
Forum Kominfo Diusulkan Bertemu Setiap Bulan
Untuk menjaga kesinambungan komunikasi, Arrahmaan mengusulkan pembentukan Forum Kominfo Kota dalam wadah APEKSI.
Forum tersebut diharapkan menggelar pertemuan daring setiap bulan.
Melalui pertemuan rutin, setiap daerah dapat menyampaikan tantangan yang dihadapi serta mencari solusi bersama.
Model komunikasi tersebut juga dinilai mempercepat pertukaran pengalaman mengenai regulasi, keamanan siber, pelayanan digital, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Lima Rekomendasi Strategis untuk Pemerintah Pusat
Forum Komdigi APEKSI XVIII menghimpun berbagai aspirasi melalui Google Form selama dua hari pelaksanaan kegiatan.
Hasilnya melahirkan lima rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pengurus APEKSI Pusat.
Rekomendasi pertama mendorong penyusunan regulasi tata kelola komunikasi publik nasional yang lebih komprehensif.
Rekomendasi kedua menekankan perlunya panduan anggaran advokasi media agar kerja sama media daerah memiliki kepastian tata kelola.
Rekomendasi ketiga mengusulkan penyusunan indikator kinerja utama dinas Kominfo yang lebih terukur.
Selanjutnya, forum mendorong penyusunan standar teknis pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan publik.
Rekomendasi terakhir menitikberatkan pada penguatan sistem analisis media sosial serta pemerataan infrastruktur pemerintahan digital di seluruh daerah.
Digitalisasi Harus Berjalan Bersama
Arrahmaan menegaskan keberhasilan transformasi digital bergantung pada kekuatan kolaborasi.
Pemerintah kota tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Ia berharap seluruh peserta membawa semangat kebersamaan setelah kembali ke daerah masing-masing.
Kolaborasi tersebut diyakini akan mempercepat lahirnya pelayanan publik yang lebih mudah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
APEKSI Menjadi Ruang Berbagi Inovasi
Forum Komdigi APEKSI XVIII turut dihadiri Kepala BBLSDM Komdigi Medan Christiany Juditha, akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta Josep J. Darmawan, Kepala Dinas Kominfo Kota Bandung Henryco Arie Sapiie, Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar Dr. Muhammad Roem, serta para kepala dinas komunikasi dan informatika dari seluruh pemerintah kota.
Pada akhir kegiatan, Arrahmaan Pane bersama Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan Budi Hariono menyerahkan cenderamata kepada para narasumber dan perwakilan pemerintah kota sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Forum tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan ekosistem digital antarkota menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi.(*)










