• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Jumat, September 25, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Ragam

Evaluasi Program MBG: Menjaga Keadilan dan Ketepatan Sasaran Bansos

Redaksi Galasibot.co.id
10 Agustus 2026
/ Ragam
0 0
0
Evaluasi Program MBG: Menjaga Keadilan dan Ketepatan Sasaran Bansos

ilistrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Menjaga Nalar di Era Kecerdasan Buatan: Jangan Sampai Teknologi Ambil Alih Cara Berpikir

Bobby Nasution Apresiasi Komunitas Vespa, Dukung Penuh Ajang Gelegar Vespa di Binjai

Pisah Sambut Dandim 0201/Medan: Rico Waas Apresiasi Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara

Galasibot.co.id – Fenomena pengunduran diri sejumlah sekolah swasta elit dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini menyita perhatian publik. Keputusan yang diambil pengelola sekolah-sekolah tersebut bukan sekadar dinamika administrasi di lapangan, melainkan sebuah sinyal kuat yang menyingkap realitas objektif: kebutuhan nutrisi dan latar belakang sosial-ekonomi peserta didik di Indonesia sangatlah beragam.

Langkah mundur sekolah-sekolah elit ini seharusnya tidak disikapi secara reaktif atau dianggap sebagai kendala program semata. Sebaliknya, pemerintah wajib menjadikan momentum ini sebagai pijakan untuk melakukan evaluasi total dan perbaikan skema penyaluran (targeting). Program skala nasional seperti MBG sudah sepatutnya berpedoman kuat pada asas keadilan sosial. Prioritas anggaran APBN wajib diarahkan secara tepat kepada sekolah dan peserta didik yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar dipaksakan merata tanpa memertimbangkan kapasitas ekonomi penerimanya.

Dari kacamata tata kelola keuangan negara, menyalurkan program bantuan gizi kepada kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke atas berisiko memicu ketidakseimbangan alokasi anggaran. APBN yang berasal dari pajak rakyat memikul mandat untuk memenuhi prinsip keadilan distributif. Di tengah keterbatasan ruang fiskal, setiap rupiah yang dikeluarkan negara harus memberikan dampak optimal bagi penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan.

Dampak krusial lainnya adalah potensi terjadinya pemborosan pangan (food waste). Mayoritas siswa di sekolah elit telah memiliki akses gizi yang memadai dari keluarga masing-masing. Penyeragaman menu harian tanpa memertimbangkan profil penerima berisiko memicu penolakan dan membuat makanan terbuang sia-sia. Situasi ini tentu sangat ironis jika dibandingkan dengan kondisi anak-anak di pelosok negeri yang masih berjuang mengatasi gizi buruk dan keterbatasan pangan harian.

Realitas di lapangan menunjukkan diskrepansi yang tajam antarwilayah. Sekolah-sekolah di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta sekolah swasta berbiaya murah, hingga kini masih dibayangi ancaman stunting dan kerentanan pangan. Penerapan pendekatan seragam (one-size-fits-all) jelas kurang relevan untuk merespons lanskap sosial-ekonomi Indonesia yang sangat heterogen.

Atas dasar itu, pembenahan secara menyeluruh menjadi sebuah keharusan. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional beserta kementerian terkait perlu segera menyusun pemetaan dan klasterisasi penerima manfaat berdasarkan indikator sosial-ekonomi daerah dan satuan pendidikan. Mekanisme pengunduran diri secara resmi (opt-out) bagi sekolah yang sudah mandiri secara gizi perlu diakomodasi dalam regulasi resmi tanpa membebankan sanksi administratif.

Selanjutnya, alokasi anggaran yang berhasil diefisiensikan dari kelompok mandiri tersebut harus dialihkan (reallocation) untuk mengoptimalkan kualitas dan kecukupan gizi bagi anak-anak di wilayah rentan. Sinergi antara MBG dengan program perlindungan sosial serta bantuan pendidikan lainnya juga perlu diperkuat guna menciptakan jaring pengaman sosial yang solid. Seluruh proses ini wajib diimbangi dengan pengawasan yang transparan dengan melibatkan komite sekolah dan lembaga independen demi memastikan kualitas pangan serta ketepatan sasaran.

Program Makan Bergizi Gratis adalah niat mulia negara untuk berinvestasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan. Namun, tolok ukur keberhasilan program ini tidak ditentukan dari seberapa banyak sekolah yang berhasil dijaring, melainkan seberapa tepat sasaran gizi tersebut mampir di piring anak-anak yang paling membutuhkan. Menjaga keadilan sosial harus tetap menjadi pilar utama dalam setiap pengelolaan anggaran publik.

Tags: #AnggaranAPBN#BansosPendidikan#EvaluasiProgramMBG#KeadilanSosial#MakanBergiziGratis
SendShareTweet
Kembali

Rico Waas Lepas Kontingen Pramuka Medan ke Jamnas XII 2026

Lanjut

Sekda Binjai Lepas Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional XII 2026

Baca Juga

Menjaga Nalar di Era Kecerdasan Buatan: Jangan Sampai Teknologi Ambil Alih Cara Berpikir
News

Menjaga Nalar di Era Kecerdasan Buatan: Jangan Sampai Teknologi Ambil Alih Cara Berpikir

23 September 2026
Bobby Nasution Apresiasi Komunitas Vespa, Dukung Penuh Ajang Gelegar Vespa di Binjai
News

Bobby Nasution Apresiasi Komunitas Vespa, Dukung Penuh Ajang Gelegar Vespa di Binjai

18 September 2026
Pisah Sambut Dandim 0201/Medan: Rico Waas Apresiasi Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara
Ragam

Pisah Sambut Dandim 0201/Medan: Rico Waas Apresiasi Delli Yudha, Sambut Fernando Batubara

15 September 2026
Wagub Surya Saksikan Penandatanganan SKB RBI, Komitmen Sumut Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Ragam

Wagub Surya Saksikan Penandatanganan SKB RBI, Komitmen Sumut Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

14 September 2026
Tim ASRI Binjai Kota Bersihkan Gorong-Gorong di Jalan Samanhudi
Ragam

Tim ASRI Binjai Kota Bersihkan Gorong-Gorong di Jalan Samanhudi

10 September 2026
PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional Tolak Dualisme Organisasi
News

PMKRI Pematangsiantar Serukan Rekonsiliasi Nasional Tolak Dualisme Organisasi

10 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksklusif Wawancara Yohanes Suhardin: Dari Ruang Kuliah Menuju Panggung Advokasi Demi Penegakan Hukum Tanpa Politik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In