MEDAN | galasibot.co.id – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyoroti penanganan darurat narkoba di wilayahnya. Ia mendorong penguatan pemberdayaan warga binaan agar lembaga pemasyarakatan mencetak perubahan nyata.
Langkah strategis ini mengemuka dalam pertemuan penting di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (11/8/2026). Pemerintah Provinsi Sumut memperkuat kolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional dan Ditjenpas.
Perang Total Melawan Narkoba
Sumut menghadapi tantangan berat penyalahgunaan narkotika sejak tahun 2019. Daerah ini mencatat tingkat peredaran gelap yang tinggi di tingkat nasional.
Bobby menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama pemberantasan. Pemerintah ingin rantai pasok barang haram tersebut terputus hingga ke dalam lapas.
“Kami ingin narkoba benar-benar diberantas dengan kolaborasi bersama BNN dan juga Ditjenpas,” tegas Bobby Nasution.
Mengasah Keterampilan Warga Binaan
Pemerintah fokus mendorong kegiatan produktif di dalam lapas. Setiap warga binaan wajib mengantongi keterampilan praktis sebelum menghirup udara bebas.
Sejumlah lapas terbukti mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Pemprov Sumut siap mengerahkan tenaga pengajar untuk menunjang program pelatihan tersebut.
“Warga binaan yang masuk dan keluar tentu harus memiliki perubahan, baik dari sisi mental, perilaku, maupun keterampilan,” ungkap Bobby.
Jaminan Kesehatan Melalui UHC
Kakanwil Ditjenpas Sumut, Jalu Yuswa Panjang, memaparkan kendala pembiayaan kesehatan warga binaan. Sebagian warga binaan kehilangan jaminan kesehatan dari BPJS.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur memberikan solusi cepat bagi warga binaan lokal. Pemilik KTP Sumut otomatis mendapatkan perlindungan kesehatan lewat program Universal Health Coverage.
“Kalau warga binaan tersebut ber-KTP Sumatera Utara, sudah tercover UHC, silakan dimanfaatkan,” pungkas Bobby.
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










