Medan | galasibot.co.id – Bunda PAUD Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, menyambut tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia di Balai Kota Medan, Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut membahas pendampingan implementasi strategi wajib belajar satu tahun prasekolah sebagai bagian dari Program Wajib Belajar 13 Tahun.
Airin Rico Waas menegaskan kunjungan Kemendikdasmen menjadi langkah penting untuk memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini di Kota Medan. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Menjadi suatu kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan dari Kemendikdasmen untuk memperkuat pendidikan anak usia dini di Kota Medan,” kata Airin.
Kolaborasi Jadi Kunci
Airin mengatakan peran perangkat daerah dan Bunda PAUD sangat penting dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Karena itu, seluruh pihak diharapkan memperkuat sinergi agar program berjalan optimal.
“Saya berharap kita semua dapat saling berkolaborasi demi menciptakan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak di Kota Medan,” ujarnya.
Pemko Medan Siap Dukung Program Nasional
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, menegaskan Pemko Medan berkomitmen mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.
Ia menyebut pemerintah daerah siap memperkuat dukungan melalui regulasi agar implementasi program berjalan lebih efektif.
“Pemko Medan tetap berkomitmen memberikan dukungan terhadap program 13 tahun wajib belajar ini,” tegas Erfin.
Erfin juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan segera menindaklanjuti seluruh masukan dari Kemendikdasmen. Ia meminta penyusunan rencana aksi yang terukur sesuai jadwal pelaksanaan.
Menurutnya, langkah tersebut harus mendukung visi Kota Medan yang Berbudaya, Enerjik, Ramah, Tertib, dan Unggul.
Tindak Lanjut Program Wajib Belajar
PIC Wajib Belajar 13 Tahun Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara, Arifin Ambarita, menjelaskan kunjungan itu merupakan tindak lanjut pertemuan pada April 2026 yang melibatkan sembilan kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Ia mengatakan Dinas Pendidikan dan Pokja Bunda PAUD sebelumnya telah menyusun berbagai langkah percepatan implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah.
Menurut Arifin, pemerintah daerah dapat memilih sembilan strategi pelaksanaan, termasuk pengembangan sekolah satu atap, pembangunan ruang kelas baru, serta strategi lain sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
“Kami akan berdiskusi terkait rencana tindak lanjut yang telah dilakukan atau dirancang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Pokja Bunda PAUD,” ujarnya.
Ia juga berharap Bunda PAUD Kota Medan mampu mendorong seluruh organisasi perangkat daerah untuk bersama-sama mempercepat pelaksanaan program tersebut.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan implementasi strategi wajib belajar satu tahun prasekolah oleh Fatima Rahmah dan Asya Syaida dari Direktorat PAUD sebagai penguatan langkah konkret pelaksanaan program di Kota Medan.










