MEDAN — Jumlah pengungsi luar negeri di Kota Medan menyusut drastis dari 2.200 orang menjadi sekitar 1.000 orang. Chief of Mission IOM Indonesia Jeffrey Labovitz menyampaikan data terbaru ini saat beraudiensi dengan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap di Balai Kota Medan, Jumat (28/8/2026).
Para pengungsi tersebut berasal dari 15 negara. Warga asal Afganistan dan Somalia mendominasi populasi pengungsi yang saat ini berada di Medan.
Atasi Risiko dan Dampak Sosial
Data seribu pengungsi ini memperkuat laporan Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara pada Mei 2026. Saat itu, Wali Kota Medan Rico Waas menyoroti potensi dampak sosial akibat keberadaan pengungsi, termasuk fenomena pernikahan warga asing dengan WNI.
Rico Waas menegaskan Pemko Medan terus membuka ruang komunikasi dengan IOM dan Imigrasi. Langkah ini penting untuk menjaga ketertiban serta kenyamanan warga lokal.
Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumut Parlindungan mengingatkan Indonesia hanya menjadi negara transit, bukan tujuan akhir (resettlement). Oleh karena itu, Imigrasi memperketat pendataan dan pengawasan guna mencegah gesekan sosial di tengah masyarakat.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










