• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Oktober 1, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Nasional

DPR RI Setuju Secara Aklamasi: Komjen Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Redaksi Galasibot.co.id
1 Oktober 2026
/ Nasional, News
0 0
0
DPR RI Setuju Secara Aklamasi: Komjen Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo

Prosesi pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara, Jakarta.(Foto galasibot.co.id/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Proyek 1.000 Titik Dimulai, 5.000 Ditargetkan: Menguji Janji Menembus Lorong Gelap Kota Medan

Hari Kesaktian Pancasila, Rico Waas: Pancasila Harus Hidup dalam Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat

Rico Waas Minta Aparatur Tak Sekadar Cari Penilaian Atasan, Lalu Bagaimana Warga Mengukurnya?

Jakarta I galasibot.co.id – DPR RI secara aklamasi menyetujui Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang disusul pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Oktober 2026. Di balik transisi pucuk pimpinan ini, publik menyoroti rekam jejak panjang di bidang reserse, kepemimpinan anti-narkotika, serta tantangan besar yang menanti Korps Bhayangkara.

Naskah Berita Investigasi Mendalam

Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, menjadi saksi bisu peralihan tongkat komando tertinggi kepolisian negara Republik Indonesia pada Kamis, 1 Oktober 2026. Di hadapan Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, palu sidang diketok untuk menyetujui secara aklamasi penunjukan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Suyudi melangkah ke puncak pimpinan Korps Bhayangkara menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang kemudian mengemban amanah baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Keputusan pengesahan di parlemen tersebut merupakan muara dari serangkaian proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang sebelumnya dikebut oleh Komisi III DPR RI. Di hadapan para legislator, Komisi III secara bulat menyetujui pencalonan tunggal lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu sekaligus merestui pemberhentian dengan hormat Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Tak butuh waktu lama setelah lampu hijau dari parlemen diberikan, roda administrasi kepresidenan berputar cepat. Pada hari yang sama, bertempat di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/Polri Tahun 2026. Bersamaan dengan pelantikan tersebut, Suyudi otomatis memeroleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal Polisi.
Namun, di balik khidmatnya prosesi seremonial pelantikan dan deretan karangan bunga ucapan selamat yang memenuhi markas-markas kepolisian, sebuah pertanyaan investigatif mendasar mengemuka di ruang publik: apa yang sebenarnya mendasari kepercayaan tinggi negara kepada Suyudi Ario Seto, dan bagaimana rekam jejak panjangnya akan diterjemahkan menjadi arah baru kebijakan Polri?

Rekam Jejak Reserse: Fondasi Kepemimpinan Lapangan

Untuk membaca arah institusi kepolisian di bawah kepemimpinan baru, penelusuran harus ditarik jauh ke belakang, menyusuri rekam jejak penugasan sang jenderal. Lahir di Pandeglang 53 tahun silam, Jenderal Suyudi bukanlah figur yang tiba-tiba muncul di panggung utama birokrasi kepolisian. Ia adalah tipikal perwira yang merangkak dari bawah, meniti karier operasional yang sarat dengan dinamika penegakan hukum.
Memulai pengabdiannya sebagai Pama Pus Brimob pada 1995 dan Daton I KI 5119 pada 1996, Suyudi kemudian menemukan medan pengabdian utamanya di dunia reserse. Namanya mulai lekat dengan teritorial keras ibu kota tatkala ia memegang sejumlah komando sektor, mulai dari Kapolsek Pasar Minggu (2004), Kapolsek Metro Tanah Abang (2012), hingga Kapolsek Metro Penjaringan (2013). Pengalaman bersentuhan langsung dengan denyut kejahatan jalanan dan dinamika sosial perkotaan ini membentuk ketajaman manajerial lapangannya.
Kariernya terus menanjak ketika dipercaya memegang kendali teritorial tingkat polres, meliputi pos sebagai Kapolres Majalengka (2014–2015), Kapolres Bogor Kabupaten (2015–2016), hingga Kapolresta Bogor Kota (2016–2017). Di struktur tingkat menengah hingga atas, Suyudi mulai merambah pos-pos strategis di Bareskrim Polri sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber) pada 2017.
Pengalamannya kian matang ketika ia kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) pada 2019, sebelum akhirnya menduduki posisi Wakapolda Metro Jaya (2023–2024) dan Kapolda Banten (2024–2025). Kombinasi antara penanganan kejahatan ekonomi, siber, kriminalitas umum, hingga kepemimpinan teritorial tingkat polda inilah yang menjadi modal dasar institusionalnya.

Dari BNN ke Kursi Tribrata 1: Ujian Perang Melawan Narkotika

Sebelum diangkat sebagai orang nomor satu di Polri, Suyudi sempat memegang tampuk kepemimpinan sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) terhitung sejak 25 Agustus 2025, menggantikan Komjen Pol. Martinus Hukom. Pengalaman memimpin lembaga pemegang komando pemberantasan narkotika nasional ini dinilai banyak pihak sebagai salah satu poin krusial yang memperkuat portofolionya.
Selama masa kepemimpinannya di BNN, catatan operasi penegakan hukum mencatat sejumlah gebrakan signifikan. Salah satu operasi paling menonjol yang dikaitkan dengan masa kepemimpinannya terjadi pada Desember 2025, ketika BNN memimpin pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika internasional dan berhasil menggagalkan penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun yang dikendalikan oleh jaringan sindikat di bawah kendali Dewi Astutik alias PA.
Kendati demikian, dalam kacamata investigasi jurnalistik, keberhasilan penindakan berskala besar tersebut harus dilihat secara proporsional: apakah ketegasan dalam penegakan hukum narkotika di tingkat hulu ini akan ditransformasikan menjadi strategi pencegahan sistemil dan pembersihan internal yang berkelanjutan di dalam tubuh Polri? Pertanyaan ini menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar yang menanti di meja kerjanya.

Restrukturisasi Pucuk Pimpinan dan Masuknya Komjen Wahyu Hadiningrat

Pergantian di tubuh Polri kali ini tidak berdiri sendiri. Bersamaan dengan pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Presiden Prabowo Subianto juga melantik Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri). Wahyu mengisi kursi nomor dua di kepolisian menggantikan Komjen Dedi Prasetyo, yang dalam struktur penugasan baru ditunjuk sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Pengangkatan Wahyu didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97/Polri Tahun 2026.
Komposisi kepemimpinan antara Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat menghadirkan figur-figur dengan latar belakang penugasan yang luas. Pertanyaan yang kemudian berkembang di kalangan pengamat kepolisian adalah bagaimana sinergi manajerial dan teknis operasional antara Kapolri dan Wakapolri baru ini akan merumuskan arah kebijakan strategis organisasi, mengingat tantangan penegakan hukum nasional kian kompleks di tengah tuntutan akuntabilitas publik yang kian tinggi.

Membedah Tantangan Institusional di Era Baru

Menempati kursi Tri Brata 1 berarti mewarisi sekuel panjang persoalan institusional yang belum sepenuhnya tuntas dari masa kepemimpinan sebelumnya. Sejumlah tantangan nyata telah berjajar di hadapan Jenderal Suyudi Ario Seto:
  1. Pemberantasan Narkotika dan Kejahatan Transnasional: Pengalaman Suyudi di BNN menjadi ujian langsung apakah institusi Polri di bawah komandonya mampu memperketat pengawasan perbatasan, memberantas sindikat narkoba internasional secara lebih agresif, sekaligus membersihkan oknum internal yang kerap disebut-sebut bermain mata dengan bandar.
  2. Kejahatan Siber dan Kejahatan Ekonomi: Dengan rekam jejaknya sebagai mantan Wadirtipidsiber dan Wadirtipideksus Bareskrim, publik menanti terobosan penanganan kejahatan digital, penipuan daring, judi online, hingga kejahatan kerah putih yang merugikan keuangan negara.
  3. Akuntabilitas dan Kepercayaan Masyarakat: Profesionalisme kepolisian, transparansi penegakan hukum, serta penanganan kasus-kasus yang melibatkan sorotan publik tetap menjadi parameter utama sejauh mana institusi ini mampu merawat kepercayaan rakyat.
  4. Pengawasan Internal dan Konsolidasi Organisasi: Menjaga soliditas dari tingkat Mabes Polri hingga jajaran kepolisian sektor (polsek) di daerah memerlukan sistem pengawasan internal yang ketat, objektif, dan bebas dari praktik impunitas.

Menanti Arah Baru Kebijakan Korps Bhayangkara

Di luar rekam jejak akademik yang ditopang oleh gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K), Sarjana Hukum (S.H.), Magister Sains (M.Si.), hingga gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara yang dianugerahkan padanya pada 31 Januari 2026, ujian sesungguhnya bagi Jenderal Suyudi Ario Seto bukanlah lembaran ijazah atau deretan tanda jasa, melainkan kebijakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hingga hari pertama pelantikannya, rincian program kerja seratus hari maupun cetak biru reformasi struktural secara komprehensif masih menanti penjabaran resmi dari kepemimpinan baru. Arah kebijakan Polri di era Suyudi belum dapat disimpulkan secara prematur dan masih harus diuji melalui langkah-langkah konkret yang akan diambil di lapangan.
Apakah pengalaman panjang di bidang reserse dan kepemimpinan anti-narkotika mampu diterjemahkan menjadi pembenahan menyeluruh di tubuh institusi penegak hukum terbesar di tanah air ini? Waktu, konsistensi tindakan, dan transparansi kebijakanlah yang kelak akan memberikan jawabannya.(*)
Via: Editor Wilfrid Sinaga
Tags: #Listyo Sigit Prabowo#Suyudi Ario SetoDPR-RIKapolriPolri
SendShareTweet
Kembali

Di Balik Proyek U-Ditch Indra Kasih: Persoalan Tiang Listrik, Akses Warga, dan Pertanyaan Keselamatan

Lanjut

Rico Waas Minta Aparatur Tak Sekadar Cari Penilaian Atasan, Lalu Bagaimana Warga Mengukurnya?

Baca Juga

Proyek 1.000 Titik Dimulai, 5.000 Ditargetkan: Menguji Janji Menembus Lorong Gelap Kota Medan
Medan

Proyek 1.000 Titik Dimulai, 5.000 Ditargetkan: Menguji Janji Menembus Lorong Gelap Kota Medan

1 Oktober 2026
Hari Kesaktian Pancasila, Rico Waas: Pancasila Harus Hidup dalam Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat
Medan

Hari Kesaktian Pancasila, Rico Waas: Pancasila Harus Hidup dalam Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat

1 Oktober 2026
Rico Waas Minta Aparatur Tak Sekadar Cari Penilaian Atasan, Lalu Bagaimana Warga Mengukurnya?
Medan

Rico Waas Minta Aparatur Tak Sekadar Cari Penilaian Atasan, Lalu Bagaimana Warga Mengukurnya?

1 Oktober 2026
Menguji Transparansi Pelayanan Publik Bappeda Medan: Sejauh Mana Masukan Warga Benar-Benar Didengar?
Medan

Menguji Transparansi Pelayanan Publik Bappeda Medan: Sejauh Mana Masukan Warga Benar-Benar Didengar?

1 Oktober 2026
Menangkap Peluang Pasar Global: Menakar Potensi Ekonomi Industri Kerajinan Dunia Senilai US$3.000 Miliar
Ekonomi

Menangkap Peluang Pasar Global: Menakar Potensi Ekonomi Industri Kerajinan Dunia Senilai US$3.000 Miliar

1 Oktober 2026
Di Balik Angka Rp735 Triliun: Menyoroti Kesiapan Pemerintah Mengelola Transfer ke Daerah 2027
Ekonomi

Di Balik Angka Rp735 Triliun: Menyoroti Kesiapan Pemerintah Mengelola Transfer ke Daerah 2027

1 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuasai Lahan 32 Tahun, Warga Lansia di Medan Pertanyakan Munculnya NIB Atas Nama Pihak Lain ke BPN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In