DELI SERDANG I galasibot.co.id — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution bersama Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo menghadiri perayaan pemberkatan Santuario dan Bangunan Karya Pastoral Paroki St. Yohanes Paulus II Namopécawir Tuntungan, Kecamatan Pancur Batu, Minggu (25/10/2026). Kehadiran para kepala daerah ini disambut antusias oleh ribuan umat Katolik yang memadati lokasi acara.
Perayaan akbar tersebut dirangkai dengan Pesta Pelindung Paroki yang dihadiri sekitar tiga ribu jemaat dan undangan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kehidupan rohani sekaligus merekatkan kerukunan antarumat beragama di wilayah Sumatera Utara.
Rumah Ibadah Sebagai Benteng Pemberantasan Narkoba
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution mengajak seluruh rumah ibadah mengambil peran aktif dalam upaya pemberantasan narkoba. Rumah ibadah dinilai memiliki posisi strategis untuk memberikan edukasi moral dan membentengi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Baru saja di Belawan Polisi mengamankan 1 ton lebih ketamine, tantangan kita melawan narkoba masih sangat besar. Saya sangat berharap rumah ibadah terus bekerja sama dengan pemerintah, TNI, dan Polri untuk memberantas narkoba,” ujar Bobby Nasution.
Ia menambahkan, pemberantasan narkoba bukan sekadar menyelamatkan individu dari dampak buruk zat terlarang. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju visi Indonesia Emas.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo memberikan apresiasi tinggi atas kerja sama dan gotong royong jemaat. Ia berharap fasilitas baru ini dapat berfungsi optimal sebagai pusat pembinaan iman dan pengembangan kualitas generasi muda.
Semangat Gotong Royong dan Perayaan Iman Umat
Perayaan pemberkatan ini mengusung tema “Berjalan Bersama dalam Semangat Santo Yohanes Paulus II untuk Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan.” Suasana kegiatan tampak khidmat sekaligus meriah sejak pagi hari.
Rangkaian acara diawali pada pukul 08.30 WIB dengan penyambutan Uskup Agung Medan bersama tamu kehormatan. Penyambutan tersebut diwarnai penyerahan bunga anggrek berbasis ekologi oleh perwakilan umat.
Pukul 09.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Kudus. Agenda berlanjut dengan pelantikan Dewan Pengurus Pastoral Harian (DPPH) dan Pengurus Gereja dan Dana Pematuan (PGDP) Rumah Katolik.
Prosesi inti ditandai dengan pemberkatan gedung, penandatanganan prasasti, serta pelepasan burung merpati dan balon ke udara. Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan pementasan seni, ramah tamah, serta laporan panitia penyelenggara.
Pesan Uskup Agung Medan dan Apresiasi Panitia
Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap., dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan fasilitas fisik ini mencerminkan pertumbuhan iman yang hidup di tengah jemaat.
“Gereja hendaknya tidak hanya menjadi tempat untuk beribadah, tetapi juga menjadi rumah bagi semua orang. Tempat bertumbuh dalam iman, kasih, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama,” kata Uskup Agung Medan.
Sementara itu, Ketua I DPP St. Fransiskus Assisi Padang Bulan sekaligus Wakil Ketua Panitia, dr. John Peter Roy Kaban, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kesuksesan acara. Kehadiran ribuan jemaat menunjukkan kuatnya ikatan kebersamaan di paroki tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ribuan jemaat yang telah hadir. Semoga Santuario dan Bangunan Karya Pastoral ini menjadi berkat serta tempat bertumbuhnya iman bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” ungkapnya.
Perayaan ditutup dengan kegiatan hiburan, lelang amal, dan sesi kebersamaan yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin. Momentum bersejarah ini mempertegas komitmen bersama dalam merawat kehidupan beragama yang harmonis di Sumatera Utara.
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










