Jakarta | galasibot.co.id – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Barat Sanctus Robertus Bellarminus resmi menetapkan Robertus Juan Pratama sebagai Ketua Presidium Terpilih Periode 2026–2027. Juan terpilih secara aklamasi dalam Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) di Posto Dormire Hotel, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (31/10/2026).
Penetapan tersebut menjadikannya sebagai Mandataris RUAC sekaligus Formatur Tunggal pengurus cabang. Forum persidangan dipimpin oleh Panitia Sidang Ad-Hoc yang terdiri dari Oan Mali selaku Ketua Sidang, Agustina Mangung sebagai Sekretaris Sidang, dan Mario Vianney sebagai Anggota Sidang.
Konsolidasi Internal dan Penguatan Kaderisasi
Meskipun persidangan diwarnai dinamika intens dan perbedaan pandangan, seluruh kader tetap mengedepankan semangat persaudaraan hingga akhir forum.
Dalam sambutannya usai terpilih, Juan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan seluruh anggota. Ia menegaskan kepemimpinan baru ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memperkuat soliditas internal.
“PMKRI Jakbar butuh solidaritas dan komitmen seluruh kader. Prioritas kita adalah memperkuat konsolidasi internal dan semangat fraternitas,” kata Juan.
Ia menyebut penguatan kaderisasi menjadi fokus utama kepengurusan periode 2026–2027. Program ini mencakup pembinaan serta perekrutan mahasiswa Katolik di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya.
Juan menekankan bahwa PMKRI harus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang berintegritas, cerdas, beriman, dan peka terhadap isu sosial.
“Kaderisasi tidak hanya menambah anggota, tetapi juga membentuk karakter dan keberanian untuk menjawab persoalan masyarakat,” jelasnya.
Kemitraan Strategis dan Momentum 5 Abad Jakarta
Untuk mengoptimalkan peran organisasi, Juan berkomitmen membangun komunikasi strategis dengan berbagai pihak eksternal. Kemitraan akan dijalin bersama Alumni PMKRI, Gereja Katolik, perguruan tinggi, Pemerintah Kota Jakarta Barat, DPRD DKI Jakarta, hingga BUMD.
“PMKRI tidak boleh berjalan sendiri. Kita butuh kolaborasi agar gagasan kader terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Juan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran mahasiswa Katolik menyongsong momentum lima abad Kota Jakarta pada 2027 mendatang. Menurutnya, kader PMKRI harus aktif mengawal transformasi Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan.
Ia menilai transformasi kota tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi. Pembangunan manusia, pendidikan, lingkungan, serta keadilan sosial harus menjadi perhatian utama.
“Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kader PMKRI harus memberi kritik konstruktif dan kontribusi nyata lewat kerja sosial,” tegasnya.
Menutup arahannya, Juan mengajak seluruh anggota untuk kembali bersatu dan merawat persaudaraan usai gelaran RUAC.
“Perbedaan pandangan adalah hal wajar. Setelah forum ini, mari berjalan bersama merawat fraternitas demi pengabdian bagi Gereja dan Tanah Air,” tutup Juan.(*)










