Samosir I galasibot.co.id
Kegiatan pembangunan fisik Tembok Penahan Tanah (TPT) atau dalam istilah teknik sipil disebut dyk di Desa Hasinggaan Kecamatan Sianjur Mulamula dikerjakan oleh personil Kodim 0210/TU, dibantu oleh warga desa tersebut.
Tepatnya, Jumat (28/10/2022) emak-emak warga desa itu ikut bergotong royong bekerja bersama personil TNI memasang dyk dan drainase (saluran). Tampak personil TNI bersama warga kompak bekerja seraya bersenda gurau dengan gembira.
Salah seorang warga, Mak Lenti Boru Tamba (58) mengatakan, “ Kami ibu-ibu yang sudah tua juga ikut loh bergotong royong bersama tentara ini, supaya jalan kami cepat selesai,” kata Mak Lenti.
Ditambahkannya, kalau bisa kami bermohonlah kepada pemerintah supaya pembukaan dan pembangunan jalan ke desa Hasinggaan ini berlanjut, kalau hanya dibuka saja jalan ini tidak berlanjut pembangunannya kan cepat rusak,” ujarnya.
“Bukan hanya bergotong royong kami ikut, kami juga warga Desa Hasinggaan secara bergantian tanpa diminta menyediakan makanan ringan seperti ubi rebus, kopi dan teh untuk diminum di lokasi pekerjaan. Semua tentara-tentara yang ikut bekerja selalu santun dan ramah menyapa warga desa manakala berpapasan di jalan,” kata Mak Lenti.
Hal yang sama juga disampaikan warga lain, Ompu. Rumondang Boru Gurning (70), “ Kiranya pemerintah melanjutkan pembangunan ini, dari Desa Bonan Dolok belum layak dilewati,” ungkapnya.
Kami ibu-ibu Desa ini sejak dimulai kegiatan TMMD ini ada yang sudah tiga kali, bahkan ada yang empat kali ikut gotong royong, tua muda semua hampir tiap hari ada masyarakat yang ikut bersama tentara-tentara membangun jalan ini, kata nenek yang sudah memiliki cucu enam belas orang tersebut.

Mengenai permasalahan lahan atas dibukanya akses jalan darat di Desa Hasinggaan, disebutkan Ompu. Rumondang, tidak ada permasalahan, bahkan pohon kopi, alpukat saya ada yang rusak. Tapi saya sudah ikhlas, supaya jalan ke desa kami bisa dilalui kendaraan, ungkapnya lagi.
Tampak di lapangan, Satgas TMMD 115 dari personil Kodim 0210/TU akrab bersenda gurau serta tertawa ria bersama warga melaksanakan pekerjaaan dyk jalan yang dibuka sepanjang 1200 meter dengan lebar delapan meter.
Sekadar diketahui, gotong royong merupakan adalah salah satu ciri khas yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Secara garis besar, gotong royong tertuang pada pancasila dalam sila ke tiga yang berbunyi Persatuan Indonesia.
Gotong royong telah mendarah daging dan bahkan menjadi kepribadian bangsa, serta sebagai budaya yang sudah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat yang hampir semua daerah di Indonesia menanamkan nilai gotong royong. Kalimat ”Gotong royong “berasal dari kata gotong berarti bekerja dan royong berarti bersama.(*)
Penulis berita : Pangihutan Sinaga










