Deliserdang I galasibot.co.id
Begitu banyaknya anak-anak generasi muda di era digital lebih cenderung mengasyikkan diri berkutat dengan gadget atau handphonenya daripada menghabiskan waktu untuk belajar menuntut ilmu. Untuk itu diharapkan dengan adanya Pondok Pesantren Riyadzul Ihsan, dapat menjadi tempat lahirnya para generasi penerus bangsa yang sholeh dan sholehah, khususnya bagi anak-anak yang bertempat tinggal di sekitar pondok pesantren tersebut.
Demikian disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapoldasu) Brigjen Pol Drs Jawari SH MH saat menghadiri acara peresmian Pembukaan Pondok Pesantren Riyadzul Ihsan yang dirangkai dengan peringatan Menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Riyadzul Ihsan, Jalan Sidomulyo Dusun VI, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Jumat, (27/1/2023).
Di kesempatan tersebut, Wakapoldasu yang hadir mewakili Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Drs RZ Panca Putra MSi mengungkapkan bahwa dirinya semasa di sekolah di Lamongan (Jawa Timur) sering mengikuti kegiatan Hadrah sebagaimana yang ditampilkan dalam acara pembukaan Pondok Pesantren tersebut, yang artinya beliau juga orang NU.
Pada kegiatan yang dihadiri oleh 750 undangan tersebut, Wakapoldasu menyebutkan bahwa dirinya sangat mendukung dibukanya pondok pesantren ini, dan berharap santri-santri jebolan Pondok Pesantren Riyadzul Ihsan kelak menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Sementara itu di acara yang sama, tokoh Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Riyadzul Ihsan, KH Bawaluddin Ady SPdi dalam sambutannya mengungkapkan, membangun ponpes tersebut hanya modal nekat alias “bonek” (bondo nekat), karena prihatin dengan kondisi saat ini begitu banyaknya generasi muda yang tidak kenal dengan agama.
“Dengan adanya pesantren ini semoga bisa menjadi tempat menimba ilmu agama untuk para generasi muda”, harap KH Bawaluddin Ady.
Peringatan Menyongsong Harlah 1 Abad NU ini juga diisi dengan penyampaian Mauizhoh Hasanah (ceramah keagamaan) oleh KH Mufty Ahmad Nasihin, Pengasuh Pondok Pesantren Al Busyro dan Majelis Ta’lim Darusshofa Medan.
Kyai Mufty Ahmad Nasihin dalam tausiyahnya menyebutkan, dirinya tidak punya titel, karena beliau sejak kecil nyantri di Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban (Jawa Timur), seperti halnya Ketua Panitia kegiatan tersebut, Kyai Muhatarom. Untuk itu beliau berpesan jangan ragu untuk memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren.
“Di pesantren anak anak kita terjaga dari hal-hal buruk selama 24 jam”, imbuh Kyai Mufty Nasihin.
Sebelum menutup ceramahnya dengan memimpin doa bersama, Kyai Mufty juga menyampaikan, NU (Nahdlatul Ulama) adalah organisasi yang memberikan keberkahan, makanya organisasi tersebut bisa bertahan hingga 1 abad.
“Semua itu karena NU didirikan oleh para Waliyulloh”, pungkasnya.
Sebelumnya, di kegiatan serupa, Ketua Panitia Pembukaan Pondok Pesantren Riyadzul Ihsan dan Menyongsong 1 Abad NU, Kyai Muhtarom menerangkan, acara tersebut berlangsung sampai dengan hari Minggu (29/1/2023).
“Agenda tanggal 28 Januari diisi dengan Lomba Membaca Kitab Kuning dan Seni Hadrah yang diikuti dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Peserta yang paling jauh adalah dari Tapanuli Selatan, mereka datang sejak malam Jumat dan langsung menempati penginapan yang telah disediakan oleh panitia di rumah-rumah warga Dusun VI Desa Sei Mencirim”, jelas Kyai Muhtarom.
Puncak kegiatan, jelas Kyai pendiri dan pembina Majelis Sholawat Ahlul Kirom ini lebih lanjut, adalah pada hari Minggu (29/1/2023) dengan rangkaian acara berupa penyerahan piala dan piagam bagi pemenang lomba serta ditutup dengan Pengajian Akbar yang diisi oleh Sayyid Seif Alwi yang merupakan keturunan ke-19 Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) dan keturunan ke-25 Abdul Malik (Azmat Khon).
Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa), KH Akhmad Khambali SE MM; Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang, H Timur Tumanggor SSos MAP; Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Deliserdang, Drs H Misran Sihaloho MSi, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Deliserdang, Drs Syahrul MPd; Forkopimcam Kecamatan Kutalimbaru; dan lainnya. (*)
Penulusi berita :Indra Matondang/editor:Pangihutan Sinaga











