Jakarta I galasibot.co.id
Sejarah baru diplomasi budaya Indonesia tercipta. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Belanda secara resmi akan mengembalikan 30.000 artefak bersejarah milik Indonesia yang telah berada di negeri itu selama lebih dari satu setengah abad. Keputusan ini disampaikan langsung dalam pertemuan bersejarah antara Presiden Prabowo dan Raja Willem-Alexander serta Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, menandai keberhasilan diplomasi berdaulat Indonesia dalam memulihkan warisan budaya bangsa yang dirampas semasa kolonialisme.
Dalam perjuangan diplomatik Indonesia. 26 September 2025, Presiden Prabowo Subianto berhasil memulangkan lebih dari 30.000 artefak bersejarah milik bangsa Indonesia yang telah berada di Belanda selama 175 tahun akibat masa penjajahan.
Keberhasilan ini terwujud dalam pertemuan bilateral bersejarah antara Indonesia dan Belanda di Eropa. Dalam pertemuan tersebut, Raja Belanda secara resmi menyetujui pemulangan besar-besaran artefak dan pusaka budaya Nusantara, setelah melalui negosiasi panjang dan diplomasi tegas dari Presiden Prabowo dan timnya.
Artefak yang dikembalikan bukan hanya benda-benda kuno, melainkan simbol jati diri, perjuangan, dan martabat bangsa Indonesia, yang selama ini terampas dan terpajang di museum-museum Eropa.
“Hari ini, kita tidak hanya membawa pulang artefak, tetapi juga harga diri dan sejarah bangsa yang selama ini terjajah. Ini adalah kemenangan diplomasi dan kedaulatan budaya,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan resminya di Jakarta, usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan tersebut.
Langkah ini langsung mendapat sorotan dari komunitas internasional. Beberapa negara bekas koloni seperti India, Aljazair, dan Filipina menyampaikan apresiasi, bahkan menyebut Indonesia sebagai pelopor pemulihan warisan budaya bangsa pascakolonialisme.
Negara-negara ASEAN, termasuk Malaysia, disebut terkejut dan kagum atas keberhasilan Indonesia. Banyak pihak menyebut tidak ada pemimpin ASEAN lain yang mampu bersikap setegas ini terhadap negara kolonial.
Di dalam negeri, keberhasilan ini disambut antusias oleh masyarakat dan netizen. Media sosial dipenuhi komentar positif dan pujian terhadap Prabowo. Banyak warganet menyebutnya sebagai “Presiden pemulih martabat bangsa.”
Pemulangan artefak ini dijadwalkan berlangsung bertahap, dengan pengawalan ketat dan kerja sama lintas kementerian. Pemerintah juga berencana membangun Museum Nasional Warisan Pusaka Bangsa untuk menampung dan memamerkan koleksi sejarah tersebut kepada publik.(*)











