DOLOKSANGGUL | galasibot.co.id — Di tengah upaya pemerintah mendorong kemandirian desa dan penguatan ekonomi masyarakat, sektor peternakan mulai menunjukkan peran strategis sebagai sumber pertumbuhan baru di Kabupaten Humbang Hasundutan. Hal itu terlihat saat Bupati Humbahas, Oloan P Nababan, bersama Ketua DPRD Humbahas Parulian Simamora, Waka Polres Humbahas Manson Nainggolan dan rombongan meninjau peternakan ayam petelur milik BUMDes Siponjot di Desa Siponjot, Kecamatan Lintongnihuta, Jumat (22/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan usaha produktif berbasis desa yang dinilai mampu menopang kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Peternakan ayam petelur yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) itu kini mulai berkembang menjadi salah satu potensi ekonomi lokal yang menjanjikan bagi masyarakat Desa Siponjot.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Humbahas didampingi Kepala Desa Siponjot, Deka Silaban, melihat langsung kondisi kandang ayam, sistem pemeliharaan ternak, proses pemberian pakan dan minuman, hingga hasil produksi telur yang dihasilkan setiap harinya.
Tidak hanya sekadar melihat fasilitas peternakan, rombongan juga berdialog dengan pengelola dan masyarakat terkait tantangan yang dihadapi para peternak, mulai dari biaya operasional, kebutuhan pakan, hingga stabilitas pasar hasil produksi telur.
Bupati Humbahas menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap usaha masyarakat yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi desa. Menurutnya, peternakan ayam petelur memiliki potensi besar karena selain menciptakan lapangan kerja, juga mampu menjaga ketersediaan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
“Pengembangan usaha peternakan seperti ini harus terus didorong. Pemerintah hadir untuk mendukung masyarakat agar usaha-usaha produktif di desa dapat berkembang dan memberi manfaat ekonomi yang nyata,” ujar Oloan Nababan.
Ia juga berharap peternakan ayam petelur milik BUMDes Siponjot dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Humbang Hasundutan dalam membangun usaha berbasis potensi lokal. Dengan manajemen yang baik dan dukungan berkelanjutan, BUMDes dinilai mampu menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat maupun daerah memang terus mendorong penguatan BUMDes sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui pengelolaan usaha yang terorganisir, desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pelaku utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi lokal.
Keberadaan peternakan ayam petelur di Desa Siponjot juga dinilai memiliki dampak sosial yang cukup besar. Selain membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar, usaha tersebut turut membantu memenuhi kebutuhan telur masyarakat lokal sehingga distribusi pangan menjadi lebih dekat dan efisien.
Ketua DPRD Humbahas, Parulian Simamora, mengapresiasi langkah Desa Siponjot dalam memanfaatkan BUMDes sebagai wadah usaha produktif masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha peternakan tersebut.
Sementara itu, masyarakat berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada peninjauan semata, tetapi juga diwujudkan melalui pendampingan, bantuan pengembangan usaha, dan akses pasar agar peternakan ayam petelur dapat berkembang lebih besar di masa mendatang.
Di balik aktivitas peternakan ayam petelur di Desa Siponjot, tersimpan harapan besar akan lahirnya desa mandiri yang mampu berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri. Ketika desa mampu memproduksi kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat, maka pembangunan tidak lagi hanya bertumpu pada kota, melainkan tumbuh dari desa-desa yang produktif dan berdaya saing.(*)











