DOLOKSANGGUL | galasibot.co.id — Penyerahan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi momentum yang sarat makna sosial, keagamaan, dan kebangsaan. Di tengah suasana menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M, pemerintah ingin memastikan bahwa negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat sentuhan langsung kepada masyarakat.
Hal itu terlihat saat Bupati Humbahas, Oloan P Nababan, menyerahkan satu ekor sapi bantuan Presiden RI kepada Masjid Raya Islamiyah Pakkat, Kecamatan Pakkat, di lokasi peternakan milik Efraim Silaban, Desa Siponjot, Kecamatan Lintongnihuta, Jumat (22/5/2026).
Penyerahan bantuan kemasyarakatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Humbahas Parulian Simamora, Waka Polres Humbahas Manson Nainggolan, Sekda Humbahas Chiristison Rudianto Marbun, para pimpinan OPD, Camat Lintongnihuta Ronald Nababan, Camat Pakkat Hemat Sitanggang, Kepala Desa Siponjot Deka Silaban, serta masyarakat penerima manfaat.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Humbahas, Marudut Situmorang, menjelaskan bahwa hewan kurban yang diserahkan merupakan sapi jenis Simental yang telah melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh tim dokter hewan.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan sebelum penyerahan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, layak, dan aman dikonsumsi masyarakat. Bahkan setelah penyembelihan nanti, tim dokter hewan juga akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap daging kurban guna menjaga keamanan pangan masyarakat.
Langkah itu menunjukkan bahwa pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya dipandang sebagai ritual keagamaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjamin kesehatan masyarakat serta kualitas pangan yang dikonsumsi warga.
Bupati Humbahas, Oloan P Nababan, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Humbang Hasundutan, khususnya umat Muslim dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.
“Ini salah satu bukti nyata bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Bantuan kurban ini bukan hanya soal penyerahan hewan, tetapi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Oloan Nababan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberi manfaat bagi masyarakat penerima sekaligus mempererat semangat kebersamaan antarwarga di Humbang Hasundutan yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan kehidupan toleransi yang kuat.
Ketua DPRD Humbahas, Parulian Simamora, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden RI atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Humbahas. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian negara terhadap seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun budaya.
Di hari yang sama, Bupati Humbahas bersama Sekda dan pimpinan OPD juga menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada Masjid Barangan Sihite II, Kecamatan Doloksanggul. Penyerahan itu menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Idul Adha sekaligus memperkuat hubungan harmonis antarumat beragama di daerah tersebut.
Bupati Humbahas berharap perayaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan dengan baik, penuh kedamaian, dan semakin mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Humbang Hasundutan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi kekuatan sosial di Humbahas. Menurutnya, toleransi dan persaudaraan merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas dan pembangunan daerah.
Sementara itu, Pengurus BKM Masjid Barangan Sihite II Doloksanggul, Ridwan Sihite, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Humbahas kepada masyarakat Muslim di daerah tersebut.
Ia menyebut bantuan kurban yang diberikan tahun ini merupakan kali kedua diterima pihak masjid setelah sebelumnya bantuan serupa juga diserahkan pada tahun lalu. Sebagai bentuk penghormatan dan doa, pengurus masjid menyerahkan cenderamata berupa ulos kepada Bupati Humbahas.
Momentum penyerahan hewan kurban itu tidak hanya menjadi bagian dari tradisi Idul Adha, tetapi juga memperlihatkan bagaimana nilai gotong royong, toleransi, dan kehadiran negara dapat berjalan berdampingan dalam kehidupan masyarakat Humbang Hasundutan.(*)











