DOLOKSANGGUL I galasibot.co.id — Sebanyak 30 pelajar terbaik Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mulai dipersiapkan menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) secara resmi dibuka di Doloksanggul, Sabtu (8/8/2026).
Pembukaan dilakukan oleh Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH yang diwakili Sekretaris Daerah Chiristison R. Marbun. Kegiatan tersebut menjadi awal pembinaan intensif bagi para calon Paskibraka yang akan disiapkan untuk menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 30 peserta telah dinyatakan terpilih setelah melalui proses seleksi. Mereka terdiri atas 16 putra dan 14 putri yang berasal dari sejumlah sekolah di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Paskibraka Tidak Hanya Dibentuk untuk Baris-Berbaris
Dalam sambutan tertulis Bupati Humbahas yang dibacakan Sekda Chiristison R. Marbun, para calon Paskibraka disebut sebagai putra-putri terbaik daerah yang telah dipercaya mengemban tugas penuh kehormatan.
“Anak-anak kami yang hadir di tempat ini bukanlah orang-orang yang terpilih secara kebetulan. Kalian telah melalui proses seleksi yang ketat dan dipercaya untuk mengemban sebuah tugas yang mulia dan penuh kehormatan,” ujar Bupati.
Menurutnya, tugas Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan kemampuan baris-berbaris, ketepatan langkah, kekuatan fisik, atau keterampilan mengibarkan Sang Merah Putih.
Lebih dari itu, proses tersebut diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan.
Karena itu, setiap tahapan pelatihan diharapkan dapat dijalani secara serius. Arahan pelatih dan pembina diminta untuk diperhatikan, sementara kesehatan dan ketepatan waktu harus tetap dijaga.
Merah Putih Dimaknai sebagai Simbol Perjuangan
Nilai simbolik dari tugas Paskibraka juga ditekankan dalam pembukaan tersebut.
Bendera Merah Putih yang nantinya dikibarkan tidak dipandang sekadar sebagai kain. Bendera tersebut ditempatkan sebagai simbol perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan kehormatan bangsa Indonesia.
Oleh sebab itu, para peserta diminta menjalankan tugas dengan rasa bangga sekaligus tetap rendah hati.
Pengalaman selama mengikuti pemusatan Diklat juga diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara. Nilai disiplin, kekuatan mental, karakter, kecintaan terhadap tanah air, serta semangat kebangsaan diharapkan dapat dibawa ke lingkungan sekolah dan kehidupan bermasyarakat.
“Buktikan bahwa kalian layak dipercaya mengemban kehormatan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih,” tegasnya.
Pelatih Diminta Tetap Perhatikan Kondisi Peserta
Selain peserta, perhatian juga diberikan kepada para pelatih dan pembina.
Pendidikan dan pelatihan diminta diberikan dengan disiplin, ketegasan, dan keteladanan. Namun, kondisi fisik serta psikologis peserta tetap diminta untuk diperhatikan selama proses pembinaan berlangsung.
Dukungan orang tua dan wali peserta juga diapresiasi. Peran keluarga dinilai penting agar para calon Paskibraka dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
Dengan demikian, pemusatan Diklat diharapkan tidak hanya menghasilkan petugas pengibar bendera yang terampil. Generasi muda yang berkarakter Pancasila, disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki nasionalisme kuat juga diharapkan dapat dibentuk.
Diklat Berlangsung 11 Hari
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Humbahas Dian Pinem dalam laporannya menyampaikan bahwa pemusatan Diklat dilaksanakan selama 11 hari, mulai 8 hingga 18 Agustus 2026.
Sebanyak 30 peserta akan mengikuti seluruh rangkaian pembinaan. Komposisinya terdiri atas 16 putra dan 14 putri.
Peserta berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Humbang Hasundutan. Jumlah terbanyak berasal dari SMA Negeri 2 Lintongnihuta dengan tujuh peserta, disusul SMA Negeri 1 Doloksanggul sebanyak lima peserta.
Masing-masing dua peserta berasal dari SMA Negeri 1 Lintongnihuta, SMA Negeri 1 Baktiraja, SMA Negeri 1 Paranginan, dan SMA Negeri 1 Pollung.
Sementara itu, peserta lainnya berasal dari SMA Negeri 2 Doloksanggul, SMK Negeri 1 Doloksanggul, Madrasah Aliyah Negeri, SMA Negeri 3 Lintongnihuta, SMA Negeri 1 Sijamapolang, SMA Negeri 1 Onan Ganjang, SMA Negeri 1 Pakkat, SMK Negeri 2 Pakkat, SMA Swasta RK Santa Maria Pakkat, serta SMA Negeri 1 Parlilitan.
Pembinaan Melibatkan TNI, Polri dan Purna Paskibraka
Selama pemusatan Diklat berlangsung, pembinaan akan diberikan oleh pelatih yang berasal dari unsur TNI, Polri, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Humbang Hasundutan.
Materi fisik, kedisiplinan, dan keterampilan yang berkaitan dengan tugas Paskibraka akan diberikan secara bertahap. Melalui pola tersebut, kesiapan peserta diharapkan dapat dibangun secara menyeluruh.
Selain latihan teknis, pembekalan juga akan diberikan oleh sejumlah narasumber dari berbagai institusi.
Narasumber akan berasal dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pematang Siantar, perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN), serta Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan.
Pembekalan tersebut diarahkan untuk memperluas wawasan peserta sekaligus memperkuat karakter dan kesadaran mereka sebagai generasi muda.
Dibuka Bersama Unsur Forkopimda
Pembukaan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Paskibraka Humbang Hasundutan Tahun 2026 ditandai dengan pengguntingan pita.
Prosesi tersebut dilakukan Sekda Chiristison R. Marbun sebagai perwakilan Bupati Humbahas dan didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Turut hadir Wakapolres Humbahas Kompol Manson Nainggolan, Wadanyon 955/HS Kapten Ilham Syukri Ramadhan, perwakilan Kejaksaan Negeri Humbahas, perwakilan Dandim 0210/TU, serta Kepala BNN Pematang Siantar Mushab Aulia Arief Hasibuan.
Sejumlah staf ahli bupati, asisten, kepala organisasi perangkat daerah, serta Purna Paskibraka Indonesia Humbahas, yakni Samuel Sihite, Iren Purba, dan Dian Bakara, turut hadir.
Dengan dimulainya pemusatan Diklat tersebut, persiapan menuju pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia telah memasuki tahap pembinaan intensif.
Di balik tugas mengibarkan bendera, 30 pelajar tersebut juga sedang ditempa untuk membawa nilai disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, dan semangat kebangsaan dalam kehidupan mereka setelah tugas Paskibraka selesai.(*)










