Buku bilingual Prabowonomics karya Yonge Sihombing kembali menyoroti rekam jejak Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto. Kali ini, Bab 3 mengulas pengalaman bisnis beliau sebagai fondasi kedaulatan ekonomi negara.
Pengalaman Bisnis dari Berbagai Sektor Strategis
Penulis Yonge Sihombing membedah kiprah bisnis Prabowo di berbagai industri vital. Beliau pernah mengelola lapangan usaha peternakan, industri kertas, kelapa sawit, hingga sektor energi nasional.
Pengalaman membangun usaha skala global membentuk pemahaman mendalam tentang tatanan pasar. Oleh karena itu, beliau sangat memahami pentingnya produksi dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja.
Transformasi Logika Bisnis Menjadi Kebijakan Negara
Selanjutnya, pengalaman kewirausahaan tersebut menjadi pijakan utama merumuskan kebijakan ekonomi nasional. Negara tidak boleh hanya menjadi bangsa konsumen yang bergantung pada impor luar negeri.
Prinsip bisnis seperti kepastian pasar dan kelancaran produksi kini diterapkan langsung pada sektor rakyat. Pemerintah memastikan para petani untung, nelayan memiliki pasar, serta UMKM terus berkembang.
Landasan Konstitusi dan Penguatan Ekonomi Rakyat
Prabowonomics menegaskan bahwa seluruh kebijakan ekonomi berakar pada Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945. Pasal 33 menjamin kedaulatan ekonomi, sedangkan Pasal 34 mewajibkan negara hadir mengentaskan kemiskinan.
Oleh sebab itu, lahir berbagai program strategis seperti Swasembada Pangan, Hilirisasi Industri, dan Koperasi Merah Putih. Langkah ini menjadi bukti nyata penerapan hasil terbaik cepat bagi seluruh masyarakat.
Akses Informasi dan Pemesanan Resmi Buku
Buku setebal 946 halaman terbitan Global Aksara Press ini menyajikan analisis komprehensif dalam 6 bagian utama. Karya ini memberikan panduan lengkap bagi publik untuk memahami arah kebijakan pemerintah.
Masyarakat dapat memesan edisi Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris secara langsung. Pembeli dapat menghubungi kantor pusat The Prabowonomics Institute di Gedung Neo Soho Residence, Jakarta Barat.








