• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Minggu, September 13, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Nasional

KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Enam Meninggal dan 130 Masih Dicari

Redaksi Galasibot.co.id
13 September 2026
/ Nasional, News, Peristiwa
0 0
0
KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Enam Meninggal dan 130 Masih Dicari
Share on FacebookShare on Twitter

Banjarmasin | galasibot.co.id — KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026), saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal membawa 243 orang dan menghadapi cuaca buruk sebelum kehilangan kontak.

Tim SAR gabungan terus mencari penumpang dan awak kapal yang belum ditemukan. Hingga perkembangan terbaru, enam orang dilaporkan meninggal, 108 orang berhasil diselamatkan, dan 129 lainnya masih dalam pencarian.

Baca Juga

Pj Sekdaprov Timur Tumanggor Apresiasasi Pesta Olop-olop GKPS Resort Medan Barat 

Gubernur Sumut Bobby Nasution Dampingi Korban MBG Karo Berobat Ke Jakarta 

Jeritan Warga Langkat Tiga Pekan Krisis Air Akibat Longsor, Ini Respon Cepat Gubernur Bobby Nasution

Kecelakaan itu terjadi setelah kapal mengalami kondisi miring ketika menghadapi cuaca buruk. Otoritas masih menyelidiki penyebab pasti kapal terbalik.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan kehilangan kontak pada Minggu pukul 04.10 WITA. Laporan tersebut disampaikan Yoel Rihi selaku General Manager PT Virgo.

Kapal sebelumnya berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9) pagi. Kapal kemudian kehilangan kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Kapal Mengalami Kemiringan

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Mohammad Syafii mengatakan awak kapal sebelumnya telah melaporkan kondisi cuaca buruk kepada perusahaan.

Beberapa jam kemudian, kondisi kapal berubah. Kapal mengalami perubahan center of gravity yang menyebabkan badan kapal miring.

Awak kapal kemudian mengirimkan broadcast untuk meminta bantuan. Mereka juga mengaktifkan perangkat darurat EPIRB yang tersedia di kapal.

Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim SAR untuk menggelar operasi pencarian dan pertolongan.

Basarnas kemudian mengumumkan kondisi darurat kepada pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa. Pengumuman itu bertujuan memperluas dukungan pencarian dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Lokasi Menjadi Tantangan

Lokasi kejadian menjadi salah satu tantangan terbesar dalam operasi SAR.

Dari Banjarmasin, lokasi kejadian membutuhkan waktu tempuh sekitar enam jam. Kondisi laut dan cuaca juga membuat proses pencarian membutuhkan koordinasi yang ketat.

Kantor SAR Banjarmasin sebelumnya mengerahkan enam personel menuju Dermaga SAR Basirih. Tim kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan KN SAR Laksmana 241 menuju perkiraan lokasi terakhir kapal.

Estimasi perjalanan menuju lokasi mencapai sekitar lima jam.

Dalam perkembangan berikutnya, operasi melibatkan sejumlah unsur. Kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi ikut membantu mengevakuasi korban.

Ratusan Orang Masih Dicari

Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang dalam pelayaran Surabaya-Banjarmasin. Data tersebut mencakup penumpang dan awak kapal.

Pada pembaruan awal, sebanyak 113 orang telah dievakuasi. Rinciannya 107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.

Kapal TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang. TB TCP mengevakuasi enam orang, sedangkan MV Haida membawa 69 orang. KM Cahaya Bahari Jaya juga mengevakuasi 22 orang.

Perkembangan berikutnya mengubah angka evakuasi. Reuters melaporkan 108 orang selamat, enam meninggal, dan 129 masih hilang berdasarkan informasi badan pencarian dan pertolongan.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa data korban masih bergerak seiring proses pencarian, evakuasi, dan verifikasi manifes.

Kesaksian Penumpang

Kesaksian para penyintas menggambarkan cepatnya perubahan situasi di atas kapal.

Agus mengatakan dirinya sedang tidur ketika kapal mulai miring. Menurut dia, kondisi itu terjadi sekitar pukul 01.00.

“Tidak ada informasi sama sekali. Langsung tiba-tiba miring,” kata Agus.

Suasana kemudian berubah menjadi kepanikan. Penumpang berteriak dan berusaha menyelamatkan diri.

Agus mencari orang-orang yang dikenalnya. Namun, dia tidak menemukan pelampung di sekitarnya.

Dalam kondisi kapal semakin limbung, Agus menemukan sekoci. Dia kemudian melompat ke atas sekoci tersebut.

Agus bersama rombongannya kemudian terombang-ambing di laut selama sekitar sembilan jam.

Ia sebenarnya menuju Banjarmasin untuk menyelesaikan pekerjaan ekspedisi. Perjalanan tersebut berubah menjadi situasi penyelamatan nyawa.

“Banyak orang meninggal di tengah laut,” tuturnya.

Keluarga Menunggu di Pelabuhan Trisakti

Kecelakaan tersebut membuat keluarga penumpang berdatangan ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Mereka menunggu informasi mengenai kerabat yang berada di kapal. Sebagian keluarga belum mengetahui apakah anggota keluarganya termasuk dalam daftar korban yang berhasil dievakuasi.

Rusmilawati, warga Banjarmasin, datang mencari kabar delapan kerabatnya.

Delapan anggota keluarganya berada dalam perjalanan pulang ke Banjarmasin setelah berziarah ke sejumlah makam ulama di Jawa.

Keluarga terakhir memperoleh kabar melalui status WhatsApp salah seorang kerabat.

Pesan tersebut menggambarkan kekhawatiran terhadap kondisi laut saat kapal berlayar.

Rusmilawati mengaku belum menerima kepastian mengenai kondisi delapan kerabatnya.

“Mudahan-mudahan selamat saja,” katanya.

Di tempat yang sama, Misnah mendapat kabar bahwa suaminya, Ahmad Supandi, berhasil diselamatkan.

Ahmad merupakan sopir ekspedisi yang berada di dalam kapal. Ia dievakuasi menggunakan MV Haida. Misnah menangis haru setelah mengetahui suaminya selamat.

Namun, keluarga lainnya masih menunggu.

Jenah masih berharap kakaknya yang berada di kapal segera ditemukan. Komunikasi terakhir terjadi sebelum kapal berangkat.

Saat Jenah kembali menghubungi kakaknya, pesan yang dikirim hanya menunjukkan satu tanda centang.

“Mudah-mudahan cepat ditemukan,” ujarnya.

Keluarga Kru Mencari Kepastian

Penanganan kecelakaan juga menyentuh keluarga para kru kapal.

Di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, keluarga kru datang mencari informasi.

Fredy, warga Mojokerto, mencari adiknya, Stevie Manuhua. Stevie bekerja sebagai pemain keyboard atau organ hiburan di kapal Virgo Transport 8.

Komunikasi terakhir Fredy dengan Stevie terjadi ketika kapal masih berada di Surabaya.

Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi.

Fredy mengaku belum menerima informasi resmi mengenai kondisi adiknya.

“Belum, belum ada. Belum ada masuk. Saya masih tunggu dari pihak yang bersangkutan untuk ngasih info ke kita,” katanya.

Fredy kemudian mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak setelah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut.

Ia berharap Stevie segera ditemukan.

“Semoga bisa ditemukan. Apa pun keadaannya saya harap bisa ditemukan,” ujarnya.

Penumpang Juga Dicari Keluarga

Keluarga penumpang juga terus berdatangan ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Istiana, warga Sidoarjo, datang mencari keponakannya, Dede Farandika, 29 tahun.

Dede merupakan warga Banyuwangi yang tercatat sebagai penumpang KM Virgo Transport 8.

Istiana mengetahui kejadian tersebut dari keluarga di Banyuwangi.

Ia kemudian datang ke Surabaya karena Pelabuhan Tanjung Perak lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Hingga proses pencarian berlangsung, keluarga masih menunggu informasi resmi mengenai keberadaan Dede.

Kapal Terbalik, Penyebab Masih Diselidiki

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Informasi awal menunjukkan kapal menghadapi cuaca buruk sebelum mengalami kondisi miring. Sebuah helikopter yang melintas kemudian melaporkan kapal berada dalam kondisi terbalik.

Karena itu, kondisi cuaca menjadi bagian penting dalam penyelidikan.

Namun, cuaca buruk tidak otomatis menjadi satu-satunya penyebab kecelakaan. Pemeriksaan terhadap kapal, muatan, stabilitas, prosedur keselamatan, komunikasi darurat, dan kondisi pelayaran tetap diperlukan.

Kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan seharusnya menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Kapal Dibangun pada 1987

Data pemantauan kapal yang dikutip dalam bahan awal menunjukkan Virgo Transport 8 sebelumnya bernama Ferry Kurushima.

Kapal tersebut selesai dibangun di galangan Shin Kurushima Onishi, Jepang, pada 1987. Kapal itu kemudian pernah melayani rute penumpang di Jepang.

Informasi mengenai usia kapal tidak dapat dijadikan kesimpulan bahwa faktor usia menjadi penyebab kecelakaan.

Kondisi teknis kapal tetap membutuhkan pemeriksaan resmi untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Operasi SAR Masih Berlangsung

Basarnas mengoptimalkan pencarian dengan melibatkan berbagai unsur.

Operasi tersebut bertujuan menemukan penumpang dan awak kapal yang belum diketahui keberadaannya.

Keluarga korban juga terus menunggu informasi resmi dari petugas.

Dalam situasi seperti ini, kecepatan pencarian harus berjalan bersama ketepatan identifikasi korban. Informasi yang belum terverifikasi berisiko menambah beban psikologis keluarga.

Karena itu, pembaruan data korban harus mengacu pada hasil verifikasi tim SAR dan otoritas terkait.

Keselamatan Pelayaran Kembali Dipertaruhkan

Kecelakaan Virgo Transport 8 kembali memperlihatkan pentingnya keselamatan pelayaran di Indonesia.

Transportasi laut memiliki peran penting karena menghubungkan wilayah kepulauan. Namun, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.

Kondisi cuaca, kesiapan kapal, kemampuan awak, sistem komunikasi darurat, alat keselamatan, serta koordinasi pencarian menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan pelayaran.

Dalam kasus Virgo Transport 8, penyebab kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan resmi.

Sementara itu, fokus utama tetap pada pencarian korban yang belum ditemukan dan memastikan seluruh keluarga memperoleh informasi yang akurat.

Operasi SAR menjadi harapan terakhir bagi keluarga yang masih menunggu kabar dari tengah Laut Jawa.(*)

 

Tags: #Basarnas Banjarmasin#kapal Surabaya Banjarmasin#kapal terbalik di Laut Jawa#kapal Virgo Transport#kecelakaan kapal Laut Jawa#korban kapal Virgo Transport 8#pencarian korban Virgo Transport 8
SendShareTweet
Kembali

Pj Sekdaprov Timur Tumanggor Apresiasasi Pesta Olop-olop GKPS Resort Medan Barat 

Baca Juga

Pj Sekdaprov Timur Tumanggor Apresiasasi Pesta Olop-olop GKPS Resort Medan Barat 
News

Pj Sekdaprov Timur Tumanggor Apresiasasi Pesta Olop-olop GKPS Resort Medan Barat 

13 September 2026
Gubernur Sumut Bobby Nasution Dampingi Korban MBG Karo Berobat Ke Jakarta 
News

Gubernur Sumut Bobby Nasution Dampingi Korban MBG Karo Berobat Ke Jakarta 

13 September 2026
Jeritan Warga Langkat Tiga Pekan Krisis Air Akibat Longsor, Ini Respon Cepat Gubernur Bobby Nasution
Binjai

Jeritan Warga Langkat Tiga Pekan Krisis Air Akibat Longsor, Ini Respon Cepat Gubernur Bobby Nasution

12 September 2026
Gebrakan Bobby Nasution di IMT-GT Ke-32: Gaet Investasi Lewat Forum Sumatera 10
Ekonomi

Gebrakan Bobby Nasution di IMT-GT Ke-32: Gaet Investasi Lewat Forum Sumatera 10

12 September 2026
Walikota Medan: Munas BEM Politeknik di Medan Jadi Ajang Tempa Pemimpin Muda
Medan

Walikota Medan: Munas BEM Politeknik di Medan Jadi Ajang Tempa Pemimpin Muda

12 September 2026
Tak Ingin Belawan Tertinggal, Wali Kota Medan Usulkan 35 Persen Anggaran untuk Pembangunan Medan Utara
Medan

Tak Ingin Belawan Tertinggal, Wali Kota Medan Usulkan 35 Persen Anggaran untuk Pembangunan Medan Utara

12 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksklusif Wawancara Yohanes Suhardin: Dari Ruang Kuliah Menuju Panggung Advokasi Demi Penegakan Hukum Tanpa Politik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In