Medan | galasibot.co.id
Lembaga Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC), yang berbadan hukum Yayasan sesuai dengan Kepmenh Hukum dan HAM RI No. C-1252-HT.01.02-2005, secara tegas menyampaikan pernyataan sikap atas keberadaan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di kawasan Danau Toba. Lembaga yang bermarkas di Jalan Monginsidi No. 45T, Medan ini lahir dari kesadaran bahwa nilai keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan harus diperjuangkan dan diwariskan sebagai way of life untuk membangun masyarakat adil, makmur, dan sejahtera.
Menurut KPKC, bumi adalah rumah bersama yang harus dipelihara dengan tanggung jawab moral dan nurani. Eksploitasi alam yang masif dan tidak terkendali telah menyebabkan berbagai bencana ekologis seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan di kawasan Danau Toba. Situasi ini diperparah oleh hilangnya keanekaragaman hayati serta konflik agraria yang menyengsarakan masyarakat adat yang telah lama bergantung pada pertanian dan kearifan lokal.
Dalam pernyataan sikapnya, KPKC menyampaikan lima poin utama:
- Mendukung pelestarian Danau Toba dan kawasan penyangga dari segala bentuk eksploitasi yang merusak keutuhan ciptaan.
- Menolak tindakan eksploitatif terhadap alam yang berorientasi pada keuntungan segelintir pihak tanpa memperhatikan dampak ekologis dan sosial.
- Menolak kehadiran PT Toba Pulp Lestari yang dinilai telah merusak keanekaragaman hayati dan ekosistem melalui praktik tanam monokultur industri.
- Menuntut perlindungan hak masyarakat adat, serta penghentian intimidasi terhadap komunitas yang mengelola alam secara turun-temurun.
- Meminta Mahkamah Agung membebaskan Sorbatua Siallagan, tokoh masyarakat adat yang diduga menjadi korban kriminalisasi atas perjuangannya membela hak komunitasnya.
KPKC berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersatu menjadikan Danau Toba sebagai rumah bersama yang damai dan sejahtera bagi seluruh warganya.
Pernyataan ini ditandatangani oleh Pembina Pastor Yos Ivo Sinaga OFMCap, Direktur Sumitro Sihombing, Ketua Walden Sitanggang OFMCap, dan Sekretaris Supriadi Pardosi OFMCap.
“Salam damai, Pace e Bene,” demikian ditutup pernyataan tersebut.(*)











