Lampung I galasibot.co.id
Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Pringsewu, Lampung menggelar kegiatan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) pada Minggu, 3 Agustus 2025 di Balai Stasi Gereja Bunda Maria, Padang Bulan, Pringsewu. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta muda Katolik yang antusias ingin mengenal lebih jauh tentang organisasi kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Katolik.
Ketua Pemuda Katolik Komcab Pringsewu, Paulus Suwantoro, mengatakan bahwa kegiatan Mapenta memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya organisasi sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kontribusi sosial kaum muda Katolik.
“Kami memberikan pemahaman organisasi sebagai ‘makanan bergizi’. Karena pengetahuan tentang ormas masih menjadi hal baru bagi sebagian besar kaum muda Katolik,” ujar Paulus, Selasa (5/8/2025).
Paulus menuturkan bahwa pada awal kegiatan, banyak peserta yang belum memahami eksistensi dan peran Pemuda Katolik. Selama ini, mereka hanya mengenal OMK (Orang Muda Katolik) sebagai satu-satunya wadah kaum muda di lingkungan gereja.
Salah satu peserta, Noven, mengaku sempat bertanya-tanya tentang Pemuda Katolik, namun setelah mengikuti Mapenta, ia merasa seperti mendapatkan makanan bergizi karena mendapatkan banyak pengetahuan baru.
Mapenta menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, seperti advokat, jurnalis, notaris, guru, pengusaha, hingga anggota legislatif. Hal ini memperkaya wawasan peserta tentang kontribusi nyata Pemuda Katolik di masyarakat.
Turut hadir Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda Lampung, Romo Pilipus Suroyo (Romo Roy), yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi HAK dan Kerawam Keuskupan Tanjungkarang serta koordinator ormas Katolik di Lampung. Kehadiran Romo Roy dinilai sebagai bentuk restu dari pihak keuskupan terhadap eksistensi Pemuda Katolik.
Paulus menegaskan, Mapenta merupakan langkah awal untuk mencetak kader-kader muda yang berkualitas, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan zaman melalui organisasi yang berlandaskan Pancasila dan Ajaran Gereja Katolik.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Pemuda Katolik tidak untuk bersaing dengan OMK, namun justru saling melengkapi.
“OMK dan Pemuda Katolik tidak boleh dipertentangkan. Justru harus saling memperkuat dan membentuk kesinambungan pembinaan iman serta peran sosial,” tegasnya.
Paulus menambahkan, Pemuda Katolik menjadi pilihan organisasi alternatif, terutama bagi kaum muda yang telah melewati masa aktif di OMK namun masih ingin terus mengembangkan diri dalam wadah yang lebih luas dan berkelanjutan.(*)











