Samosir | galasibot co id
Memasuki musim penghujan, aktivis lingkungan Samosir, Wilmar Simanjorang, bersama tim kembali melakukan perawatan intensif terhadap lahan konservasi Macadamia Nuts di kawasan The View Pusuk Buhit, Hoetagindjang, Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Lahan tersebut sempat mengalami kebakaran pada pertengahan Juli 2025 lalu.
Wilmar mengungkapkan bahwa kondisi tanaman Macadamia yang sebelumnya hangus kini menunjukkan perkembangan menggembirakan.
“Macadamia Nuts yang terbakar kembali bertunas. Hal ini membuktikan bahwa jenis Macadamia tahan api dan mampu pulih walaupun mengalami kerusakan hebat,” ujarnya.
Tanaman Macadamia yang digunakan dalam program penghijauan ini merupakan varietas baru yang buahnya tidak dapat dikonsumsi manusia, tetapi dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap panas dan api. Sifat inilah yang menjadi alasan utama pemilihannya untuk area rawan kebakaran di lereng Pusuk Buhit.
Lebih lanjut, Wilmar menjelaskan bahwa tanaman Macadamia Nuts memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis yang sangat tinggi. Selain menghasilkan kacang bernilai jual tinggi, tanaman ini juga berperan penting dalam konservasi lahan karena kemampuannya untuk pulih dan tumbuh kembali setelah kebakaran.
Secara turun-temurun, masyarakat Samosir mengenal jenis macadamia lama dengan batang besar dan tinggi. Jenis tersebut ditanam untuk konservasi karena tahan api, meskipun buahnya tidak dapat dikonsumsi manusia. Tanaman ini kemudian dijuluki masyarakat sebagai “Macadamia Samosir Tahan Api”, karena akarnya tetap mampu memunculkan tunas baru meski pohonnya terbakar.
Namun sejak Menteri Lingkungan Hidup meluncurkan varietas baru Macadamia Nuts pada 2017 untuk konservasi di Kawasan Danau Toba, muncul temuan penting bahwa varietas baru yang menghasilkan kacang konsumsi ini juga memiliki ketahanan terhadap api. Dengan demikian, tanaman ini memberikan manfaat ganda: memperkuat ekosistem sekaligus menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pengetahuan ini kembali membangkitkan semangat menanam dan merawat Macadamia Nuts di kawasan The View, lereng Pusuk Buhit. Harapannya, tanaman ini dapat memperkuat ekosistem, mencegah kerusakan lahan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.(*)











