Medan | galasibot.co.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) senilai Rp5 miliar hingga Rp50 miliar untuk menggerakkan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah. Program strategis ini bertujuan mengentaskan kemiskinan sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa.
Penjabat Sekdaprov Sumut, Timur Tumanggor, menyampaikan kabar tersebut saat memimpin rapat penjaringan calon penerima program di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (21/8/2026). Ia menegaskan bantuan ini akan disalurkan kepada kawasan yang memenuhi kriteria kualifikasi.
Timur mengimbau seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumut segera mengusulkan desa atau kelurahan potensial di wilayah masing-masing. Langkah ini diambil untuk mengintervensi ratusan desa yang masih berstatus tertinggal.
“Harapan kita desa yang sangat tertinggal bisa naik kelas menjadi berkembang, dan kalau memungkinkan menjadi desa maju,” kata Timur Tumanggor.
Target Pengentasan Desa Tertinggal
Berdasarkan data Kepmendes Nomor 342 Tahun 2025, Sumut memiliki 5.417 desa. Wilayah tersebut mencakup 364 desa mandiri, 1.296 desa maju, 2.529 desa berkembang, 707 desa tertinggal, serta 521 desa sangat tertinggal.
Plt Kepala Dinas PMD Dukcapil Sumut, Muhamad Suib, menjelaskan pengajuan proposal dilakukan melalui pemerintah kabupaten/kota setempat. Setiap daerah bertanggung jawab melakukan pendampingan dan pembinaan sebelum dokumen dikirim ke tingkat provinsi.
Tim verifikasi lintas OPD akan menilai potensi lokal, infrastruktur dasar, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan desa. Pendaftaran dan penjaringan proposal kini diperpanjang hingga akhir Agustus 2026.
Jadwal Verifikasi dan Pelaksanaan
Tim penilai dijadwalkan menggelar verifikasi faktual dan kunjungan lapangan pada 5 September hingga 5 Oktober 2026. Penetapan desa penerima bantuan diumumkan secara resmi pada 28 Oktober 2026.
Pembangunan fisik dan pencairan anggaran Kampung Kreatif Sumut Berkah dimulai pada 2027 melalui APBD Provinsi. Pemprov Sumut berharap sinergi ini melahirkan transformasi kawasan desa yang mandiri dan sejahtera.
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










